Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lapak Pedagang Dadakan Mulai Padati Jalan Pasar Ratu Tunggal, Hingga Kini Belum Ada Solusi

Sejumlah lapak penjual dadakan kue lebaran mulai memadati sisi kiri dan kanan jalan Pasar Ikan Kota Pangkalpinang atau dekat kawasan pasar ratu.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kawasan Pasar Ratu Tunggal atau dekat kawasan Bangka Trande Center (BTC) yang mulai diramaikan oleh lapak pedagang kue lebaran, Selasa (4/5/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sejumlah lapak penjual dadakan kue lebaran mulai memadati sisi kiri dan kanan jalan Pasar Ikan Kota Pangkalpinang atau dekat kawasan Pasar Ratu tunggal Bangka Trande Center (BTC).

Kue lebaran yang dijajakan pun beraneka ragam, mulai dari kemplang, kue kering, kue basah, dodol, dan banyak lagi.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, mengaku pihaknya memang sudah kerap kali memberikan himbauan kepada para pedagang bahwa berjualan dikawasan tersebut tidak diperbolehkan.

"Kita kemarin dengan Satpol PP sudah kasih himbauan sebetulnya, untuk mereka tidak berjualan dikawasan itu karena akan mengganggu arus lalu lintas nantinya, tapi mereka (pedagang-red) disatu sisi juga ingin cari makan dan membangkitkan ekonomi," ungkap Donal kepada Bangkapos.com, Selasa (4/5/2021)

Menurutnya, untuk tindakan baru sebatas himbauan saja belum ada tindakan, sebab mengingat dari sisi kemanusiaan tidak mungkin untuk langsung dilakukan penertiban.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran mengatakan, kemarin Pol PP, Dinas Perbubungan, dan Dinas Perdagangan sudah meninjau langsung kawasan pasar dadakan tersebut.

"Kami dari Pol PP bersama, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Perdagangan sudah turun ke lapangan, bahwa kawasan tempat berjualan sekarang ini awalnya tempat parkir yang dijadikan lapak dadakan hingga menimbulkan kemacetan," kata Efran kepada Bangkapos.com, Selasa (4/5/2021).

Diakui Efran, para pedagang yang membuka lapak dadakan kue lebaran dikawasan tersebut memang salah dan dilarang, bahkan bertentangan peraturan.

"Kita memang diminta untuk melakukan penindakan dan penertiban tapi solusinya seperti apa, untuk para pedagang yang berjumlah 40 orang itu dimana kita mau letakan mereka (pedagang-red) karena penertiban itu harus ada solusi," bebernya.

Kata Efran, setelah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan hingga kini belum ada penempatan yang tepat para pedagang tersebut.

Halaman
12
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved