Breaking News:

Ramadhan 2021

Lima Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadan dan Waktu yang Afdal untuk Melaksanakannya

Lima Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadan dan Waktu yang Afdal untuk Melaksanakannya

Islami.co
ilustrasi itikaf 

Ustaz Kurnia mengungkapkan dalam kondisi pandemi wabah saat ini, jikalau kita berada di daerah zona aman yang mampu mengendalikan penyebaran wabah virus tersebut atau bahkan tidak ada penyebaran virus dalam satu daerah maka dipersilahkan untuk beri'tikaf di masjid,

"Namun tetap penuh kewaspadaan untuk menjaga diri dan melaksanakan protokol medis agar menghindari potensi penyebaran wabah seperti menjaga jarak, membawa alas sejadah sendiri, mencuci tangan, dan lain-lain," ujar Ustaz Kurnia

Akan tetapi kalau berada pada zona yang tidak aman, potensi penyebaran virus sangat besar kemungkinan terjadi maka tidak ada salahnya mengikuti madzhab Imam Hanafi yaitu beri'tikaf di mushalla rumah atau tempat kita sholat biasanya karena ada ulama yang berpendapat berdasarkan riwayat hadits bahwa setiap bumi adalah tempat sujud.

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy R.a, Rasulullah SAW bersabda;

الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

Artinya: “Bumi ini semuanya merupakan masjid (tempat sujud untuk sholat) kecuali kuburan dan kamar mandi.”

Sementara itu untuk meraih kesempurnaan ibadah i'tikaf kita perlu mengetahui beberapa rukun yang harus dilaksanakan, yaitu Niat, bertempat di masjid atau sejenisnya, berdiam diri (dalam madzhab Imam Syafi'i batasan i'tikaf minimal adalah batas waktu tuma'ninah shalat, atau lebih lama sedikit dari waktu ruku')

dan maksimalnya i'tikaf adalah sepanjang waktu tanpa mengabaikan kewajiban lainnya, orang yang i'tikaf harus seorang Muslim, sudah tamyiz, berakal, suci dari hadats besar (tidak junub, haid dan nifas), terjaga (tidak tidur), menahan diri dari syahwat, dan mengetahui perbuatan yang diharamkan untuk tidak dilakukan selama beri'tikaf.

Dijelaskan Ustaz Kurnia, adapun hal-hal yang membatalkan i'tikaf, di antranya jimak, murtad, mabuk yang disengaja, haid dan nifas ketika i'tikaf, pingsan/hilang akal atau gila, dan keluar dari masjid atau berpaling dari tempat i'tikaf untuk urusan duniawi, atau dengan tanpa memiliki udzur yang syar'i.

"Jika pada saat beri'tikaf kemudian batal maka wajib mengulang kembali niat i'tikafnya," jelas Ustaz Kurnia

Halaman
1234
Editor: M Zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved