Breaking News:

Rekaman Percakapan di Kokpit Viral, Pilot Lion Air JT 610 Khawatir Dengan Kondisi Penumpang

rekaman percakapan kokpit antara pilot, kopilot dan menara ATC yang menjadi viral disosial media.

Penulis: Magang2
Editor: Teddy Malaka
facebook/Bhavye Suneja/tribunstyle Kolase Foto Pilot Bhavye Suneja dan Lion Air JT 610
Black Box Lion Air JT 610 Ungkap Pilot Berusaha Menaikkan Pesawat Tapi Sistem Salah Terima Informasi 

BANGKAPOS.COM - Sebuah rekaman percakapan Pilot, Kopilot pesawat Lion Air JT 610 dan Air Traffic Controller (ATC) menjadi viral dimedia sosial selama beberapa hari terakhir.

Pesawat Lion Air yang sebelumnya dijadwalkan melakukan penerbangan dari Jakarta-Pangkalpinang tersebut jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat 29 Oktober 2018 silam.

Akibat kejadian tersebut sebanyak 189 orang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, 5 kru dinyatakan tewas.

Lepas landas pada pukul 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta dan dijadwalkan akan tiba di tujuan sekitar pukul 07.20 WIB di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Berdasarkan video dari akun YouTube TeveTivi Life memperlihatkan sebuah ilustrasi jatuhnya pesawat serta rekaman percakapan di kokpit pesawat antara Pilot dengan Kopilot serta komunikasi mereka dengan menara ATC (Air Traffic Controller).

Sejak lepas landas, Pilot Bhavye Suneja dan Kopilot, Harvino, sudah merasakan ada yang tidak beres dengan pesawat yang mereka kemudi.

Hal ini dikarenakan Stick Shaker alarm berbunyi dari awal hingga sepanjang penerbangan.

"Sepertinya ada masalah dengan pesawat ini cap," tanya Kopilot.

"Ya, sepertinya ada sesuatu dengan pesawat ini," jawab Pilot.

"Cap, apakah anda ingin kembali ke base," tanya Harvino lagi.

Lalu, Kopilot bertanya kepada ATC mengenai ketinggian pesawat saat itu pada layar radar.

Ternyata pesawat berada diketinggian 900 kaki. Namun hal itu berbanding terbalik, data dari black box Flight Data Recorder (FDR) menunjukan diketinggian 790 kaki dilayar pilot dan 1010 kaki di layar kopilot.

"Pak Har, coba minta Tower agar kita tetap di posisi ini karena kondisi tidak normal," pinta Pilot.

Lalu Kopilot meminta kepada ATC agar tetap di posisi itu karena ingin Return To Base atau kembali ke bandara lantaran pesawat menglami masalah.

Setelah itu, pilot meminta kopilot untuk mengambil alih kendali pesawat.

Salama itu juga pesawat mengalami naik dan turun sebanyak 26 kali.

"Pak Har, tolong ambil kendali pesawat ini," kata Bhavye Suneja.

"Please wait Cap. Please standby," jawab Kopilot.

"Pak Har, tolong perform Checklist Airspeed Unreliable," pinta pilot.

"Please standby," jawabnya lagi.

Sementara itu, Harvino masih sibuk mencari halaman ceklist Air Speed yang diminta pilot.

"Pak Har, mana memori Itemnya, mana," tanya Pilot.

"Feel diferential presure," jawab Kopilot.

"Bukan, bukan yang itu, cari Air Speed Unreliable pak," sambungya lagi.

"Mana ya kok nggak ada," sebut Kopilot.

Sembari mencari Kopilot juga bergumam "Mana Air Speed, mana Air Speed,".

Kemudian, suasana di ruang kendali pesawat mulai panik dan genting. Kopilot juga masih terus mencai checklist Air Speed.

Pilot juga masih terus berusaha mempertahankan posisi pesawat agar tidak Nose Down.

Setelah itu, halaman yang dicari akhirnya ketemu juga dan system kendali auto pilot pesawat akhirnya dirilis. 

"Pesawat tidak mau dikendalikan sejak ditarik naik, dia pasti turun lagi," kata Pilot.

"Cap ini pesawat naik turun kaya roller coaster Cap," sebut Kopilot.

"Kasian penumpang pasti stress mereka, tolong panggilkan engginer ke Cockpit," sambung pilot.

Meski dalam kondisi kepanikan dan nyawa sudah di ujung tanduk, Kapten Bhavye Suneja masih sempat memikirkan keadaan penumpang yang dilanda stress karena kondisi pesawat yang tidak stabil. 

Akhirnya Fligt Attendant (Pramugari) menginformasikan kepada rekannya bahwa telah terjadi masalah di kookpit.

Sementara itu, pilot masih terus mengatasi masalah yang membuat pesawat terus turun.

"LNI 610, kenapa Altitude turun," tanya petugas ATC.

"Kita ada masalah," jawab Bhavye Suneja.

"Ya, kami mengalami masalah serius pesawat terbang secara manual, Lion 610," sahut Harvino.

Setelah itu Kopilot meminta Return to Base.

"Pak Har, tolong ambil alih kendali pesawat," sebut Pilot.

"Control Take Over Cap," jawab Kopilot.

Setelah kemudi diambil alih, Kopilot mengalami kendala yang sama dengan yang dialami pilot sebelumnya.

Setelah lama berjuang mengendalikan pesawat, hal yang menegangkan tiba-tiba terjadi yang mana pesawat terus turun.

"Cap, pesawat turun terus tidak bisa dicover," ujar Kopilot.

"It's okay, It's okay," jawab Pilot.

"Up up, naik naik. Cap, cap jatuh tidak bisa dikendalikan," sebut Kopilot sembari berteriak.

"Oh no, no, no, no," sebut Pilot sambil berteriak dengan nada panik.

"Naik Naik," teriak Kopilot.

Saat itu juga alarm di kokpit semuanya berbunyi.

"Pull up, pull up, pull up. Oh no..it's the end!!," sebut Pilot.

"Allahu Akbar," ucap Kopilot.

Setelah itu terdengar suara benturan dengan air dan seketika lenyap tak ada suara apapun lagi.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved