Breaking News:

Ramadhan 2021

Cara Wanita Dalam Keadaan Haid Beribadah, Agar Punya Kesempatan Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Cara Wanita Dalam Keadaan Haid Beribadah, Agar Punya Kesempatan Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Editor: M Zulkodri
Freepik.com
Cara Wanita Haid Mendapatkan Malam Lailatul Qadar 

Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mushaf yang kita dilarang menyentuhnya adalah termasuk kulitnya/sampulnya karena dia masih menempel. Adapun memegang mushhaf dengan sesuatu yang tidak menempel dengan mushhaf (seperti kaos tangan dan yang sejenisnya) maka diperbolehkan.

HARUSKAH BERSUCI MEMBACA AL QUR'AN VIA APLIKASI HP?

HP atau peralatan lainnya, yang berisi konten Al-Quran, tidak bisa dihukumi sebagai mushaf. Karena teks Al-Quran pada peralatan ini berbeda dengan teks Al-Quran yang ada pada mushaf. Tidak seperti mushaf yang dibaca, namun seperti vibrasi yang menyusun teks Al-Quran ketika dibuka. Bisa nampak di layar dan bisa hilang ketika pindah ke aplikasi yang lain. Oleh karena itu, boleh menyentuh HP atau kaset yang berisi Al-Quran. Boleh juga membaca Al-Quran dengan memegang alat semacam ini, sekalipun tidak bersuci terlebih dahulu.

BAGAIMANA DENGAN AL QUR'AN TERJEMAH?

Dan berbeda lagi dengan Alquran terjemahan yang saat ini sangat banyak dijumpai. Jika kita perhatikan, dalam Alquran terjemahan, yang lebih dominan adalah teks terjemahannya. Karena itu, Alquran terjemahan "lebih dekat" dihukumi sebagai kitab tafsir sehingga wanita haid diperbolehkan membaca dan memegangnya (ada pembahasan tersendiri).⁣.

PERLUKAH WANITA HAID BERWUDHU SEBELUM BACA QUR'AN?

Imam Nawawi rahimahullah berkata, menurut ulama Syafi’iyah disepakati bahwa tidak dianjurkan bagi wanita haidh untuk berwudhu karena wudhu tidak berpengaruh apa-apa. Namun jika darah haidh berhenti, maka statusnya sama seperti orang junub (berwudhu memperingan junubnya). Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim, 3: 218)⁣

Jadi, para muslimah, insyaAllah masih bisa terus berusaha mengejar target khatam Alqurannya.⁣.

konsultasisyariah.com ⁣& rumaysho.com⁣

#syafiqrizabasalamah #syafiqrizabasalamah_official #ustadzsyafiqbasalamah #ustadzsyafiq #postersrb" tulisnya akun Instagram @syafiqrizabasalamahofficial dikutip Wartakotalive.com, Minggu (10/5/2020.

Penjelasan Ustaz Abdul Somad (UAS)

Bagi wanita yang sedang haid, sering ditanyakan apakah masih boleh membaca Alquran dan menyentuh mushaf? 

Apakah wanita haid masih boleh menghapal Alquran? 

Apakah wanita haid boleh membaca Alquran lewat aplikasi handphone atau media elektronik?

Menjawab pertanyaan itu, Ustadz Abdul Somad lewat akun instagram, Minggu (3/5/2020) menjawabnya. 

"Wanita haid tidak boleh memegang alquran dan tidak boleh membaca alquran, tidak boleh salat, tidak boleh thawaf, tidak boleh itikaf dan tidak boleh puasa. Begitu sudah disebutkan dalam alquran dan mashab Syafei," kata Ustaz Abdul Somad (UAS).

Tapi ada pengecualian, kata UAS, untuk wanita sedang haid masih dibolehkan menyebutkan ayat dalam dua kondisi:

Pertama kalau dia seorang guru di sekolah maka dia boleh mengajarkan ayat alquran dengan baca putus-putus.

UAS mengambil contoh begini, misalkan sang guru akan mengajarkan materi puasa di kelas.

“Anak-anak kita belajar soal puasa ikuti ibu "Yā ayyuhallażīna (diikuti murid)... āmanụ... (diikuti murid) kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu...  kamā kutiba 'alallażīna... ming qablikum... la'allakum tattaqụn"

Jadi semua ayat Alquran diucapkan dalam sepotong-sepotong.

Kedua, kalau dia penghafal alquran, maka bisa tetap mengulang hanya dalam hati.

"Kalau dia mesti mengulang hafalannya 1 hari 2 juz, jika lamanya haid seminggu bisa hilang dong hapalannya. Maka dia boleh tetap menghapal dalam hati begitu mashab maliki. Wallahualam," pungkas UAS.

Membaca alquran pakai hape

Perempuan haid masih bisa mengerjakan amalan ibadah selama bulan Ramadan. Salah satunya membaca Alquran tanpa menyentuh lembaran mushaf.

Bagaimana hukumnya menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Alqurannya?

Berikut ini, pembahasan hadis dan ayat Alquran terkait hukum membaca Quran tanpa berwudu dan tidak pakai mushaf atau di handphone atau melalui aplikasi telepon pintar.

Tidak hanya perempuan yang lagi kedatangan tamu bulanan, orang yang berhadas kecil (belum berwudu) masih boleh membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf.

Hal ini seperti yang diriwayatkan dari Ali Radhiyallahu 'Anhu:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي الْخَلَاءَ فَيَقْضِي الْحَاجَةَ ثُمَّ يَخْرُجُ فَيَأْكُلُ مَعَنَا الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ وَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَلَا يَحْجُبُهُ وَرُبَّمَا قَالَ لَا يَحْجُزُهُ عَنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ إِلَّا الْجَنَابَةُ

“Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam masuk ke kamar kecil lalu menyelesaikan hajatnya. Kemudian beliau keluar dan makan roti dan daging besama kami, beliau juga membaca Al-Qur'an. Tidak ada yang menghalanginya Shallallahu 'Alaihi Wasallam –boleh jadi berkata: tidak menghalanginya- dari membaca Al-Qur'an kecuali junub.” (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan membaca al-Qur’an sambil menyentuh mushaf, para ulama berbeda pendapat.

Ada yang membolehkannya, ada juga yang mensyaratkan harus terbebas dari hadats besar dan hadats kecil.

Yakni sesuai dengan ayat al Qur’an: "Sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

Diturunkan dari Tuhan semesta alam. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?" (QS. Al-Waqi'ah: 77-81)

Selain itu terdapat hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Tidak boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali orang yang suci."

Hadits ini lemah secara sanad, namun para sahabat Nabi memberikan fatwa demikian sebagai penghormatan terhadap Al-Qur'an dan bukti bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah.

Lalu bagaimana jika membaca quran dengan menggunakan tablet atau handphone? Perlukah berwudu sebelumnya?

Hp dan peralatan semisalnya yang di dalamnya direkam Alquran tidak seperti hukumnya mushaf.

Karena huruf Alquran yang terdapat di peralatan ini berbeda dengan keberadaan huruf di mushaf.

Maka sifat yang dibacanya tidak ada, yang ada adalah sifat gelombang yang terdiri dari huruf dengan gambarnya ketika diminta, barulah akan terlihat di layar dan akan hilang ketika dipindah ke yang lainnya.

Maka dari itu, pendapat yang paling kuat adalah dibolehkan menyentuh hp atau kaset yang di dalamnya ada rekaman dan dibolehkan membaca quran darinya, meskipun tanpa berswudhu sebelumnya.

Bacaan Alquran dari hp memudahkan bagi wanitaAtau di tempat yang sulit untuk berwudhu karena tidak disyaratkan bersuci dalam menyentuhnya. Wallahualam. Semoga bermanfaat.

Lantas, apakah muslimah yang sedangDikutip dari pernyataan ustaz Ammi Nur Baits Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com, Islam tidaklah melarang umatnya untuk beribadah, selama tidak melanggar aturan.

Karena setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan. Allah menegaskan dalam firman-Nya,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian.

Tak terkecuali wanita haid. Islam tidaklah melarang mereka untuk melakukan semua ibadah.

Sekalipun kondisi datang bulan, membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan amalan ibadah.

Wanita haid masih bisa melakukan amalan ibadah, selain amalan yang dilarang dalam syariat, diantaranya;

Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC, dll.

Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya.

Ulama sepakat wanita belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam.

Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.

Mendengarkan ceramah, bacaan Alquran atau semacamnya.

Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.

Menyampaikan kajian.

Sekalipun harus mengutip ayat Alquran.

Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Alquran.

Dan masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa menjadi sumber pahala bagi wanita haid.

Karena itu, tidak ada alasan untuk bersedih atau tidak terima dengan kondisi haid yang dia alami. (CC/Wartakotalive.com)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved