Breaking News:

Berita Kriminal

Ditreskrimsus Tepis Isu Intervensi, Penyidikan Dihentikan, Koordinator Tambang Melenggang  

setelah melalui serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidikan pada sejumlah koordinator tambang timah inkonvensional (TI) Ilegal dihentikan

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kombes (Pol) Haryo Sugihartono 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, akhirnya penyidikan pada sejumlah koordinator tambang timah inkonvensional (TI) Ilegal di kawasan Merbuk, Puguk dan Kenari, Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), dihentikan.

Enam kordinator tersebut yakni,  Is, Sm, Ac, kemudian Ed, dan Ak. Pasca diperiksa, keenamnya telah membuat hitam di atas putih agar tidak mengulang perbuatan serupa.

"Kita sudah melakukan pembinaan penertiban, jadi kita sudah  memberikan warning terakhir kepada mereka berupa surat pernyataan, jadi kita sifatnya pembinaan dan ini yang terakhir kali," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes (Pol)  Haryo Sugihartono, Rabu (5/5/2021).

Bahkan perwira berpangkat tiga melati itu, memastikan tak segan segan menindak dan memproses para koordinator ini, jika kembali terendus tampil dan bermain dalam kegiatan tambang ilegal di Kawasan Merbuk, Kenari dan Puguk tersebut.

"Apabila melakukan pelanggaran hukum lagi, tidak adak segan segan memproses secara  pidana terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan," tegasnya.

"Penyidikan kita hentikan, kita berikan peringatan dan pernyataan tertulis kebetulan saya pimpin saya doktrin saya ingatkan terakhir kali jangan melakukan perbuatan yang sama," katanya.

Adanya kepentingan yang lebih besar dan menjaga stabilitas dan kondusifitas menjadi alasan penyidik Ditreskrimsus Polda Babel menghentikan penyidikan kasus para kordinator.

"Tentunnya kami mempertimbangkan yang lebih besar dalam rangka kondusifitas, sehingga bisa memahami situasi yang ada," kata Haryo, sambil menepis isu adanya interpensi  dalam penanganan kasus tersebut.

Sementara, barang bukti setengah ton pasir timah, 13 kampil pasir  timah dam 18 kampil pasir timah yang sempat dititipkan Polres Bateng, dikembalikan penyidik ke masing masing pemilik.

"Untuk BB kita kembalikan kepada mereka, karena itu adalah hasil mereka, jadi kita buatkan lagi berita acara pengembalian. Sedangkan 80 ponton diamankan, kemudian kita minta kesadaran mereka  membongkar masing masing, dan 70 persen progresnya susah dibongkar," tegasnya.(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved