Breaking News:

Gara-gara Perang Saudara di Timor Leste, Minta Tolong Indonesia Malah Hal Ini yang Terjadi

Sejarah Timor Leste mencatat bahwa negara ini memproklamirkan kemerdekaannya pada 28 November 1975.

Stefanus Akim/Tribun Pontianak
Pedagang aksesoris di Market Tais, di Timor Leste, Dili. Ada beberapa rakyat Timor Leets yang memilih ingin bersama dengan Indonesia hingga mereka memutuskan meninggalkan tanah airnya. 

BANGKAPOS.COM - Presiden BJ Habibie dianggap berjasa oleh warga Timor Leste, saat referendum 30 Agustus 1999.

Karena itulah, Pemerintah Timor Leste mengabadikan nama Habibie di sebuah jalan Kota Dili.

Kini, Timor Leste menjadi sebuah negara dengan perjalanan panjang sejarahnya.

Sejarah Timor Leste mencatat bahwa negara ini memproklamirkan kemerdekaannya pada 28 November 1975.

Namun karena Deklarasi Kemerdekaan ini dinyatakan secara sepihak, dampaknya menyebabkan perang saudara.

Pemerintah Timor-Leste sejak 1859 masuk ke dalam wilayah kekuasaan Portugis, sementara Pulau Timor bagian barat ada di bawah kekuasaan Belanda.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Pemerintah Indonesia menegaskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dunia internasional, serta tidak memiliki ambisi teritorial terhadap Timor Timur.

Karena itu sejak 1960, PBB menganggap Timor-Leste sebagai wilayah non-otonom yang ada di bawah pemerintahan Portugis.

Dari 1962 hingga 1973, Majelis Umum PBB mengakui hak Timor-Leste untuk menentukan nasib sendiri.

Namun, Portugal menolak mengakui hak tersebut dan mengakui Timor-Leste sebagai provinsi Portugis, setara dengan provinsi-provinsi lainnya.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved