Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kabag Ops Kompol Johan, Minta Pemkot Pangkalpinang Beri Sanksi Tegas Tempat Hiburan yang Buka

Polres Pangkalpinang meminta Pemerintah Kota Pangkalpinang agar memberikan tindakan tegas kepada Tempat Hiburan Malam (THM)

(Bangkapos.com/Yuranda)
Polres Pangkalpinang gelar rapat koordinasi lintas sektoral, di Aula Sarja Arya Racana Polres Pangkalpinang, Rabu (5/5/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polres Pangkalpinang meminta Pemerintah Kota Pangkalpinang agar memberikan tindakan tegas kepada Tempat Hiburan Malam (THM) yang masih beroperasi selama bulan suci ramadan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Menumbing 2021, digelar di ruang Aula Sarja Arya Racana, Polres Pangkalpinang, Rabu (5/5/2021).

Kata Johan, dengan tindakan tegas itu diharapkan bisa memberikan efek jera kepada para pemilik THM yang masih beroperasi.

Padahal, kata Johan, Wali Kota Pangkalpinang sudah menerbitkan surat edaran nomor : 09/SE/DISPAR/III/2021, tentang penutupan sementara, tempat usaha pariwisata di bulan suci ramadan 1442 H.
Namun masih banyak tempat usaha pariwisata terutama THM yang masih buka.

"Kita banyak mendapatkan aduan dari masyarakat, bahkan baru-baru ini kita mengamankan puluhan pengunjung di dua THM dalam operasi KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan)," kata Johan, Rabu (5/5/2021).

Sebetulnya, lanjutnya masih banyak THM lainnya yang juga masih buka, Namun belum bisa disentuh karena terkendala waktu mengingat operasi yang dilaksanakan hampir memasuki waktu sahur.
"Artinya, di sini masih banyak kita temukan pelanggaran," ucap Johan.

Karena itu, Johan meminta pemkot melalui dinas terkait dapat memberikan sanksi tegas berupa surat peringatan (SP). Dengan adanya SP, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelanggar.

"Kalau SP3 (surat peringatan-red) itu kan, bisa dicabut izin usahanya. Makanya terkait pelanggaran perda ini, sementara kami serahkan ke Satpol PP. Supaya bisa memberikan tindakan tegas dan kalau ada pidananya, kami akan melakukan proses sidik dan lidiknya," ungkapnya

Menurutnya, selain melanggar surat edaran wali kota, aktivitas THM juga melanggar protokol kesehatan Covid-19. Bagaimana tidak, para pengunjung tidak memakai masker dan tidak memperhatikan jarak.

"Kami dari pihak kepolisian akan terus melakukam operasi KRYD ini secara rutin guna menjaga kamtibmas di wilayah hukum kami, dan tentunya kami juga mohon dukungan dari Pemkot Pangkalpinang," katanya.

Selain THM, Johan juga meminta pemkot agar memberikan sanksi tegas kepada para pemilik usaha penginapan dan kos-kosan. Karena penginapan dan kos-kosan kerap sekali disinyalir sebagai tempat ajang mesum oleh pasangan yang bukan suami istri.

"Karena hasil operasi kami, banyak menemukan pasangan bukan suami istri  termasuk di dalamnya juga ada pelajar. Jadi kami harap kedepan ada tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk memberikan efek jera bagi para pelaku usaha, yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan," kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang. (*)

Penulis: Yuranda
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved