Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mendagri Terbitkan SE Larangaan Buka Puasa Bersama, Kadinkes Pangkalpinang Siap Terapkan dan Pantau

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim menyatakan Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang siap mengikuti surat edaran larangan mudik

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan Surat Edaran bernomor 800/2784/SJ tentang pelarangan menggelar buka puasa bersama pada bulan Ramadan dan kegiatan open house atau halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021.

Dalam SE dijelaskan bahwa pelarangan tersebut dilakukan lantaran terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 khususnya perayaan Idul Fitri 2020 serta pada pasca libur natal dan tahun baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim (MH) menyebutkan, pihaknya dari Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang akan siap mengikuti surat edaran tersebut.

Diakui Hakim, beberapa hari terakhir memang ada peningkatan kasus covid-19 di Kota Pangkalpinang, hingga membuat Pangkalpinang kembali bergerak ke zona merah.

"Kalau sudah aturannya seperti itu, kita akan siap ikuti, kalau kita lihat memang dinilai perlu dilakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan selama bulan Ramadan 1442 H dan menjelang perayaan saat dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021," ungkap Hakim kepada  Bangkapos.com, Rabu (5/5/2021).

Hakim menyebutkan, jika melaksanakan buka puasa bersama keluarga masih diperbolehkan 5-8 orang saja.

"Melakukan pelarangan kegiatan buka puasa bersama yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah lima orang selama bulan Ramadan, jadi mungkin 5-8 orang masih diperbolehkan," sebutnya.

Kata Hakim, pihkanya dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk memantau beberapa lokasi agar tidak terjadi penumpukan saat buka puasa bersama.

"Nanti kami imbauan dulu masyarakat, beberapa tempat yang kerap dijadikan tempat buka bersama (bukber) untuk tidak menimbulkan kerumunan," sebut Hakim.

Menurutnya, larangan tersebut diterbitkan lantaran berkaca pada Ramadan tahun lalu. Di mana pascalebaran terjadi peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved