Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Kolam Wisata Pantai Cemara, Pengelola: Ikannya Mabuk, Berputar-putar

Ratusan ikan mati mendadak di Kolam Wisata Pantai Cemara, Jalan Lintas Timur, Desa Rebo, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung

Bangkapos.com/Riki Pratama
Pengelola tempat wisata pantai Cemara, Yudha Pratama, menunjukkan ikan yang mati di kolam tempat wisata pantai Cemara, foto diambil, Rabu (5/5/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Ratusan ikan mati mendadak di Kolam Wisata Pantai Cemara, Jalan Lintas Timur, Desa Rebo, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Rabu (05/05/2021).

Belum diketahui apa penyebab matinya ratusan ikan tersebut. Namun, pengelola dibuat kaget dengan banyaknya ikan mati secara tiba-tiba.

Pengelola tempat wisata Pantai Cemara, Yudha Pratama, mengatakan, mereka dikagetkan dengan banyaknya ikan mati di dalam kolam wisata 

"Ikannya kayak mabuk gitu, ada yang berputar-putar dan ada juga mati. Penyebab kita tidak tahu, dicarilah dari mana," jelas Yudha ditemui Bangkapos.com, Rabu (5/5/2021) 

Untuk jenis ikan laut yang mati, ia mengatakan jenisnya berbagai macam dari kiteng, kibem, belut dan lainnya.

"Ikan itu habitat disini dan kita pelihara serta rawat. Kejadian seperti ini baru inilah terjadi,"katanya.

Dengan kejadian ikan banyak mendadak mati, Yudha akan melaporkan kejadian ini ke dinas lingkungan hidup agar dapat dicari tahu penyebabnya.

"Kita juga sudah berencana ke dinas lingkungan hidup karena yang lebih berwenang mengurusi masalah ini," ujarnya.

Selain itu, Yudha mengatakan untuk sekitar tempat lokasi wisata terdapat beberapa aktivitas, seperti tambang timah di pantai dan tambak udang yang berada di di sekitar lokasi wisata.

"Sekitar lokasi ini ada tambang dan tambak udang, tambang di depan pantai. Untuk tambak agak jauh si tetapi aliran dekat kita, tetapi kita kurang tahu," ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bangka Belitung, Eko Kurniawan, mengatakan, mereka akan melihat dan mengecek persoalan tersebut, apa yang menyebabkan ikan dapat mati secara mendadak.

"Terkait laporan itu pasti kami cek, dengan melihat foto juga kami bisa mengetahu kondisinya. Nanti kami konfirmasi ulang ke yang bersangkutan apa masalahnya kami komunikasikan lagi," jelasnya.

Selain itu, terkait keberadaan kolam tempat ikan banyak mati, berdekatan dengan lokasi tambak udang, menurutnya perlu dilakukan cek ke lapangan, untuk melihat intalasi pengelolaan air limbah (ipal) apakah sudah efektif atau belum.

"Kami menganggap itu bisa bio indikator,  melihat apakah sudah efektif ipal mereka. kalau ikan banyak mati berarti ipal belum efektif. Karena banyak mati, kalau ipal efektif limbah keluar dari situ ikan tidak mati, ipalnya tidak masalah lagi. Tetapi, perlu lihat kelapangan kondisi seperti apa," jelas Eko. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved