Breaking News:

Berita Sungailiat

Kabar Gembira, Harga TBS Kelapa Sawit Melambung Lagi, Capai Rp2.330 per Kg 

Kabar gembira bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka

Ilustrasi TBS Sawit 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Kabar gembira bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka, Jamaludin alias Tipek memastikan, hari ini, Kamis (6/5/2021) harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit melambung lagi. Harga yang semula bertengger pada kisaran Rp2.240 per kg TBS, kini naik menjadi Rp2.330 per kg TBS.

"Harga (TBS) kelapa sawit Rp2.330 per kg ini berlaku untuk harga pembelian di Pabrik Kelapa Sawit  PT Gemilang Cahaya Mentari (GCM) di Desa Tiangtara Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka," kata Jamaludin, Kamis (6/5/2021) di Sungailiat.

Pabrik Kelapa sawit (CPO) PT GCM ini tidak memiliki kebun sawit inti, tetapi hanya melakukan kemitraan dengan para petani kelapa sawit mandiri.

Sementara harga beli pedagang pengepul di tingkat petani sekitar Rp2.130 - Rp2.150 per kg, tergantung jarak tempuh lokasi kebun ke pabrik.

"Selaku ketua Apkasindo Kabupaten Bangka saya memang diminta anggota untuk aktif memberitahukan perkembangan update harga kelapa sawit terbaru, apalagi pada saat ada kenaikan harga di tingkat pabrik sehingga para petani mengetahui dan bisa menyesuaikan dengan harga jual di tingkat pedagang pengepul," ujar Jamaludin.

Diharapkan, seiring adanya tren kenaikan harga kelapa sawit ini diimbau kepada para petani anggota Apkasindo Kabupaten Bangka agar bisa melakukan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) kepada pemerintah daerah secara baik dan lancar.

"Kalau harga kelapa sawit terus baik seperti ini maka para petani pun tidak lagi keberatan untuk membayar PBB kebun sawitnya, seperti saya sendiri saat ini untuk PBB kebun sawit saja membayar sekitar Rp1 juta lebih. Kalau seluruh petani kelapa sawit disiplin bayar PBB tentunya bisa membantu pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan," tegas Jamaludin.

Melihat prospek yang cerah terhadap hasil berkebun kelapa sawit ini, Jamaludin meminta Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan DPRD Babel juga Pemkab Bangka dan DPRD Kabupaten Bangka untuk menganggarkan pengadaan bibit kelapa sawit unggul gratis kepada para petani kurang mampu, namun memiliki lahan untuk berkebun  

"Kalau kita lihat program pengadaan bibit tanaman lainnya, seperti sahang dan tanaman lainnya terkesan kurang berhasil  ataupun tidak terlihat ada peningkatan hasil produksinya ataupun kurang berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Jamaludin.

Ditambahkannya, bantuan bibit sawit berkualitas unggul ini tidak usah banyak cukup 30-50 batang bibit kelapa sawit saja per KK sudah cukup , sesuai luas lahan yang dimilikinya.

"Sekitar 3-6 tahun ke depan bibit kelapa sawit ini sudah bisa menghasilkan buah dan dipanen sehingga para petani kurang mampu ini sudah bisa menghasilkan.prndaoatan sendiri dan pemerintah juga tidak perlu lagi membuat program.babtuan paket sembako ataupun BLT bagi warga kurang mampu karena sudah terbantu dan memiliki pendapatan dari kebun sawitnya," tambah Jamaludin.

Berdasarkan fakta yang terjadi saat ini , para petani yang memiliki kebun sawit 100 batang saja sudah bisa memilikimu Enggar ikan yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Secara pribadi dan organisasi kami sudah menjalankan program bantuan bibit kelapa sawit gratis ini sejak beberapa tahun.lalu, seperti Masjid Desa Kimak dibantu 500 batang bibit sawit, ada juga petani kurang mampu kita berikan 30-50 bayang bibit sawit rata-rata semuanya ditanam dan dipelihara dengan baik oleh si penerima dan Alhamdulillah saat ini semuanya melaporkan sudah berhasil panen, bahkan ada yang mau membeli lagi bibitkelapa sawit secara mandiri," kata Jamaludin.

Menurutnya bila pemerintah membuat program pengadaan bibit kelapa sawit gratis kepada masyarakat, nantinya ke depan pemerintah akan mendapatkan pemasukan dari pajak ekspor minyak kelapa sawit yang dikumpulkan Kementerian Keuangan.

"Memang hasil.pajak ini juga dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk program replanting kebun kelapa sawit, beasiswa kuliah bagi anak.oetsni yang kurang mampu serta pembangunan sarana dan prasarana lainnya," imbuh Jamaludin. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved