Breaking News:

Berita Bangka Barat

Sempat Kejar-kejaran dengan Petugas, Akhirnya Dua Penambang di Menumbing Berhasil Ditangkap  

Kegiatan tambang inkonvensional (TI) yang dilakukan Ringga (33) dan Purwanto (40) sudah berlangsung selama tujuh hari

bangkapos.com
Kedua penambang berhasil diamankan di saat melakukan kegiatan tambang di Tahura Menumbing, Kamis (06/05/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kegiatan tambang inkonvensional (TI) yang dilakukan Ringga (33) dan Purwanto (40) sudah berlangsung selama tujuh hari. Kini nasib mereka berakhir usai keduanya ditangkap oleh Anggota Satpol PP dan anggota PDAM Kabupaten Bangka Barat (Babar), Kamis (6/5/2021).

Kedua pria asal Jawa Timur ini ditangkap usai tim yang berjumlah 11 orang, mendapati kedua pelaku melakukan penambangan di Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing, Muntok Babar.

Ketua Petugas Tindak Internal Satpol PP Kabupaten Bangka Barat, Samhudi Ishak menyatakan, timnya harus mendaki sejauh 4 kilometer untuk dapat menjangkau lokasi tambang.

"Jalan naik ke atas, itu jalan menyusuri batu. Saat itu posisi mereka sedang bekerja, lalu disitu kami bagi tiga tim. Setelah kita berhasil menemukan, langsung tim mengepung lokasi tambang itu," ujar Samhudi.

Selain itu Samhudi menyatakan, timnya dengan kedua pelaku, sempat terlibat kejar-kejaran sebelum berhasil diamankan.

"Sempat lari kita kejar, sementara ini nunggu perintah atasan. Sementara dua orang ini saja, kerusakan di atas sudah parah. Tapi pengakuan dia itu, mereka ini mengerjakan bekas tambang orang lain jadi mereka mengerjakan bekas tambang," jelasnya.

Diketahui kedua pelaku sudah tujuh hari menambang di Tahura Menumbing, dengan dua lokasi tambang yang berbeda-beda.

"Lokasi pertama itu dua hari, lalu lokasi kedua itu sudah lima hari. Kita berhasil menangkap di lokasi kedua, kalau jarak lokasi pertama dan kedua itu sekitar 20 meter," ucapnya.

Sementara itu penangkapan kedua pelaku berawal adanya laporan Direktur PDAM Sejiran Setason, Najamuddin terkait adanya kegiatan penambang yang mencemari aliran sungai Argo Tirto.

"Air itu mencemari kolong andalan kami, yaitu kolong yang merupakan sumber air baku yang disuplai untuk masyarakat Muntok. Kita memang ada kolong di Menjelang, tapi ini memang kolong andalan yang kualitas airnya sangat baik," kata Najamuddin saat dikonfirmasi terkait penangkapan kedua pelaku penambang di Tahura Menumbing.

Sebelumnya Najamuddin mengatakan pihaknya diketahui sudah menuju ke titik pencemaran, serta berharap kejadian serupa  tidak terjadi lagi khususnya di kawasan Tahura Menumbing.

"Saya menginginkan tidak ada gangguan pengaliran produksi air, oleh perumda Tirta Sejiran Setason kepada masyarakat Muntok. Karena ketika hari raya atau puasa mereka menerima kualitas air kurang baik, jadi saya sangat bertanggung jawab untuk mempertahankan kualitas ini.  Kalau menambang jangan di dalam hutan Tahura, yang airnya merupakan air baku untuk perumda Tirta Sejiran Setason," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved