Breaking News:

Waspadai 7 Gejala Hipomagnesemia yang Kerap Diabaikan

Padahal magnesium adalah salah satu jenis mineral penting yang perlu diasup secara rutin.

Editor: suhendri
Freepik
Ilustrasi Kelelahan. 

Ini termasuk:

* Penuaan

* Kurang olahraga

* Asupan vitamin D dan vitamin K yang buruk dari makanan

Menariknya, kekurangan magnesium dilaporkan juga menjadi faktor risiko terjadinya osteoporosis.

Baca juga: 7 Jenis Buah untuk Menurunkan Tekanan Darah

Kekurangan mineral ini bukan hanya dapat melemahkan tulang secara langsung, tetapi juga bisa menurunkan kadar kalsium dalam darah, penyusun utama tulang.

4. Kelelahan dan kelemahan otot

Saat tubuh mengalami kelelahan fisik atau mental, bisa jadi kondisi itu disebabkan oleh kekurangan magnesium.

Tetapi, ingatlah bahwa setiap orang bisa menjadi lelah dari waktu ke waktu.

Biasanya, rasa lelah itu menandakan seseorang perlu istirahat.

Namun, kelelahan yang parah atau terus-menerus bisa jadi merupakan pertanda adanya masalah kesehatan.

Karena kelelahan merupakan gejala nonspesifik, penyebabnya tidak mungkin diidentifikasi kecuali disertai gejala lain.

Baca juga: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Komplikasi Sindrom Guillain-Barre yang Memicu Kelumpuhan

Tanda lain yang lebih spesifik dari kekurangan magnesium adalah kelemahan otot atau dikenal dengan istilah myasthenia.

Para ahli percaya bahwa lemahnya otot tersebut disebabkan oleh hilangnya kalium dalam sel otot, suatu kondisi yang terkait dengan kekurangan magnesium.

Karena itu, kekurangan magnesium adalah salah satu penyebab kelelahan atau kelemahan.

5. Tekanan darah tinggi

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kekurangan magnesium dapat meningkatkan tekanan darah.

Kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi ini tentu perlu diwaspadai karena merupakan faktor risiko kuat untuk penyakit jantung.

Tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan karena klaim tersebut baru didasari pada studi hewan uji, bukan langsung menyasar manusia.

6. Asma

Kekurangan magnesium terkadang terlihat pada orang dengan asma parah.

Selain itu, kadar magnesium cenderung lebih rendah pada individu dengan asma dibandingkan pada orang yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Baca juga: Anda Penderita Asam Urat? Hindari 4 Jenis Makanan Ini

Para peneliti percaya kekurangan magnesium dapat menyebabkan penumpukan kalsium di otot-otot yang melapisi saluran udara di paru-paru.

Ini menyebabkan saluran udara menyempit, membuat pernapasan lebih sulit.

Menariknya, inhaler dengan magnesium sulfat terkadang diberikan kepada penderita asma parah untuk membantu rileks dan memperluas saluran udara.

Namun, bukti efektivitas suplemen magnesium pada individu dengan asma tidak konsisten.

Singkatnya, para ahli percaya bahwa asma yang parah mungkin merupakan gejala kekurangan magnesium pada beberapa orang, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

7. Detak jantung tidak teratur

Aritmia jantung atau detak jantung tidak teratur adalah salah satu gejala defisiensi magnesium yang paling serius.

Gejala aritmia memang ringan, di mana dalam beberapa kasus bahkan tidak menimbulkan gejala apa pun.

Baca juga: Ini Jadinya Jika Diabetes Tak Terdeteksi

Namun, bagi sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan palpitasi jantung atau jantung berdebar-debar.

Aritmia jantung juga bisa memiliki gejala lain, termasuk:

* Pusing

* Sesak napas

* Nyeri dada

* Pingsan

Dalam kasus yang paling parah, aritmia jantung dapat meningkatkan risiko stroke atau gagal jantung.

Para ahli percaya bahwa ketidakseimbangan kadar kalium di dalam dan di luar sel otot jantung mungkin menjadi penyebabnya, suatu kondisi yang terkait dengan kekurangan magnesium.

Beberapa orang dengan gagal jantung kongestif dan aritmia telah terbukti memiliki kadar magnesium yang lebih rendah daripada orang yang tidak mengalaminya.

Mengobati penderita gagal jantung kongestif dan aritmia dengan suntikan magnesium secara signifikan dilaporkan dapat meningkatkan fungsi jantung mereka.

Suplemen magnesium juga dapat membantu mengurangi gejala pada beberapa orang dengan aritmia.

Untuk itu, jika Anda mengalami gejala kekurangan magnesium, sebaiknya segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan terbaik.

Ada beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab kekurangan magnesium pada sesesorang.

Penyebabnya mulai dari asupan makanan sumber magnesium yang tidak memadai hingga hilangnya magnesium dari tubuh.

Beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan kehilangan magnesium, termasuk:

* Diabetes

* Sistem penyerapan pencernaan yang buruk

* Diare kronis

* Penyakit celiac

* Hungry bone syndrome

* Pecandu alkohol juga berisiko tinggi mengalami kekurangan magnesium. (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 7 Gejala Kekurangan Magnesium yang Perlu Diwaspadai

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved