Breaking News:

Berita Kriminalitas

Dua Penambang Tahura Menumbing Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Miliar

Polres Bangka Barat menggelar konferensi pers, terkait penangkapan dua pelaku penambang yang melakukan aksinya di Taman Hutan Raya.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Konferensi Pers Polres Bangka Barat terhadap dua pelaku penambang, di Gedung Catur Prasetya, Jum'at (07/05/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polres Bangka Barat menggelar konferensi pers, terkait penangkapan dua pelaku penambang yang melakukan aksinya di Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing.

Hadir Waka Polres Bangka Barat Kompol Aan Hadi Nugroho bersama Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Catur Prasetya, Jum'at (07/05/2021).

Sebelumnya dua pelaku yakni Ringga (32) dan Purwanto (40) ditangkap anggota Sat Pol PP Kabupaten Bangka Barat, usai diketahui telah tujuh hari melakukan penambangan di Tahura Menumbing.

Keduanya ditangkap pada Kamis (06/05/2021) dengan barang bukti diantaranya tujuh selang air, satu buah pipa paralon, dua buah cangkul dan satu karung berisi timah dengan berat sekitar 2 Kg.

"Di hutan Bukit Menumbing telah ditemukan aktifitas penambangan yang tidak memiliki perizinan, hingga mencemari sumber air PDAM Tirta Sejiran Setason," kata Aan Hadi Nugroho.

Selain itu diketahui keduanya telah menambang di dua tempat berbeda yang hanya berjarak 20 meter, serta masih berada di lokasi Tahura Menumbing.

"Dari keterangan mereka tidak memiliki bos, mereka modal sendiri kerjanya jadi tidak ada yang mendanai untuk mereka melakukan kegiatan itu," katanya.

Atas perbuatannya kedua pelaku terancam Pasal 158 UU Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Miliar. 

Konferensi pers Polres Bangka Barat terhadap dua pelaku penambang, di Gedung Catur Prasetya, Jum'at (07/05/2021)
Konferensi pers Polres Bangka Barat terhadap dua pelaku penambang, di Gedung Catur Prasetya, Jum'at (07/05/2021) (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sidarta Gautama mengungkapkan penangkapan berawal dari laporan PDAM Tirta Sejiran Setason, terkait air yang berpengaruh akibat adanya penambangan yang dilakukan kedua terdakwa.

"Adanya penambangan itu menjadi sebab turunnya kualitas air, lalu kami minta bantuan rekan-rekan PDAM untuk mengukur keruhnya air. Lalu itu sudah semakin keruh lalu kami turunkan tim pengintai, lalu kami koordinasi dengan kapolres akhirnya berhasil kita amankan," kata Sidarta.

Dengan kejadian tersebut KaSat Pol PP Kabupaten Bangka Barat ini mengatakan, akan melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap Tahura Menumbing.

"Nanti akan melakukan pengembangan mudah-mudahan dengan kejadian ini yg lain juga mikir, untuk melakukan kegiatan serupa dan kita akan melakukan pemantauan. Jalur yang dilalui Pol PP kemarin, tidak ada lagi tapi menumbing banyak sisi nanti akan kita selidiki," ungkap Sidarta.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved