Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gubernur Keluarkan HET Daging Sapi dan Ayam, Pedagang: Kami Tetap Ikut Harga Distributor

Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengeluarkan Surat Edaran (SE) Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi dan ayam

Bangkapos.com/Widodo
Suasana pasar daging di pasar Besar Kota Pangkalpinang pada Jumat (7/5/2021) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengeluarkan Surat Edaran (SE) Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi dan ayam. Edaran itu nomor: 510/029/Disperindag-IV berkaitan tentang harga eceran tertinggi daging sapi dan ayam pedaging di Provinsi Bangka Belitung.

Baca juga: Cekcok dengan Suami, IRT di Kelurahan Keramat Pangkalpinang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Sesuai dengan Surat Edaran, HET Daging sapi Rp 135 ribu perkilogram di pulau Bangka dan Rp140 ribu perkilogram di pulau Belitung. Sementara harga eceran tertinggi ayam di wilayah pulau Bangka dan pulau Belitung ditetapkan sebesar Rp 35 ribu perkilogram bulat dan untuk karkas sebesar Rp 40 ribu perkilogram.

Menanggapi itu, pedagang daging sapi di Pasar Besar (Pasar Induk) Kota Pangkalpinang Yan dan Nong menyebutkan tetap mengikuti distributor kendati menjelang lebaran harga daging semakin melonjak.

"Kalau kami mengikuti yang punya barang atau Distributor karena tidak ingin jual rugi. Modal daging sekarang Rp 125 ribu perkilogram, dijual sekarang Rp 140 ribu belum untuk upah, plastik dan sebagainya," ujar Yan saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (7/5/2021).

Dia mengatakan untuk harga misalnya dari distributornya Rp130 ribu perkilogram jualnya Rp 145 ribu. 

"Jika harga daging sapi naik dari distributor kami pun ikut naik harga jualnya, begitupun kalau harga turun, harga di kami juga turun," ungkapnya.

Kenaikan harga daging saat ini sudah mencapai Rp140 ribu diakuinya sejak 2 hari yang lalu. 

Sementara Nong pedagang sapi lainnya mengungkapkan kalau pedagang mau tidak mau tetap setor ke distributor atau yang punya sapi.

Pantauan di pasar daging, pasar Induk Kota Pangkalpinang, kendati harga mencapai Rp140 ribu pembeli tetap antusias.

Menurut Nong, masyarakat tetap membeli daging karena sudah mendekati dan ketimbang mereka (pembeli-red) tidak makan daging. 

Halaman
12
Penulis: Widodo
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved