Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kasus Covid-19 di Babel Meningkat Tajam, Pemkot Pangkalpinang Petakan Kelurahan Zona Merah

Peningkatan kasus Covid-19 per harinya meningkat tajam, itu tajamnya Bangka Belitung nomor dua setelah Aceh.

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). 

BANGKAPOS.COM ,BANGKA - Kabid pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Della Rianadita membantah, kasus penyebaran covid-19 di Bangka Belitung tertinggi nomor 2 di Indonesia.

Kata Della, saat rapat koordinasi penanganan kasus covid-19 di kota Pangkalpinang, Kamis (6/5/2021) kemarin, yang disebutkan nomor 2 nasional itu bukan kasusnya, melainkan grafik lonjakan kasus di Bangka Belitung yang sangat tajam.

"Peningkatan per harinya meningkat tajam, itu tajamnya Bangka Belitung nomor dua setelah Aceh. Jadi yang menjadi perhatian Nasional adalah kenapa kita pulau kecil tapi lonjakan kasusnya sangat tajam bahkan melebihi kota-kota besar lainnya," ungkap Della kepada Bangkapos.com, Jumat (7/5/2021).

Sedangkan untuk jumlah kasus positif, Della menyebutkan Pangkalpinang atau Bangka Belitung angkanya sangat jauh dari kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan lainnya.

"Ditanggal 1 April sampai pertengahan itu kita hanya 1-4 kasus perharinya, yang terlihat melonjak itu diakhir April," sebutnya.

Meskipun tak menyebutkan angka secara detail, namun menurut data yang diungkapkan Della, Belitung merupakan wilayah dengan penyumbang kasus terkonfirmasi positif paling banyak di Bangka Belitung.

"Sebenarnya yang menyumbang kasus terbanyak adalah Belitung, sehingga Bangka Belitung sangat tajam lonjakan kasusnya. Sementara untuk Pangkalpinang cukup landai, tapi memang ada peningkatan," ujarnya.

Sementara Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyebut, pihaknya akan menentukan zona nanti per klaster, sebab tidak semua kelurahan di Pangaklpinang zona merah.

"Jadi per kelurahannya jelas yang mana, karena berdasarkan laporan tadi tidak semua kelurahan di kita ini zona merah, jangan gara-gara satu zona merah kita sebut Pangkalpinang zona merah jangan. Jadi kita mau mengklaster dulu," tegasnya.

Dengan demikian Molen berharap, kota Pangkalpinang bisa kembali zona hijau, dan memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa ini adalah kepentingan semua.

"Kita berharap bisa kembali zona hijau, paling tidak zona kuning, dengan kita rapat ini jadi kesadaran kita bersama. Sebetulnya percuma kalau masyarakatnya tidak sadar-sadar kuncinya bagaimana kita memberi pelajaran kepada masyarakat bahwa ini kepentingan semua," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved