Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Saksi Mengaku Pahanya Diraba, Pantatnya Juga Dicolek Terdakwa

Berdasarkan pengakuan Nelva, pelecehan yang dilakukan oleh atasannya tersebut terjadi sekitar November dan Desember 2019 lalu.

Bangkapos.com/Yuranda
Korban atau saksi, di ruangan Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, setelah keluar dari ruang persidangan, Jumat (7/5/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Effendi, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hadir di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Kehadiran Effendi ini, sebagai terdakwa perkara asusila yang dilakukan olehnya terhadap pegawai di lingkungan kantor tersebut. Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Siti Hajar dibantu dua Hakim Anggota Hotma dan Tanty Helen Manalu, dengan agenda pemeriksaan saksi, di PN Pangkalpinang, Jumat (7/5/2021)

Sidang yang berlangsung secara tertutup itu nampak dihadiri terdakwa Effendi, yang didampingi oleh Penasehat Hukum Ahda. Sedangkan Nelva Yenti saksi dalam perkara tersebut disampaikan Penasehat Hukum David Wijaya.

Sebelumnya, Nelva Yenti pegawai Disnakertrans merasa dilecehkan atas perbuatan atasan, yang meraba pahanya. Nelva sebelumnya sudah melaporkan ke Pemberdayaan Perempuan Provinsi Bangka Belitung.

Didampingi Penasehat Hukumnya, David Wijaya, Ia menceritakan kronologis dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Effendi sebagai atasannya.

Effendi yang dulunya menjabat sebagai Kabid Pengawasan Ketenaga Kerjaan, Pembinaan Hubungan Industrial dan jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung.

Berdasarkan pengakuan Nelva, pelecehan yang dilakukan oleh atasannya tersebut terjadi sekitar November dan Desember 2019 lalu.

Pada November 2019 terjadi rapat internal 4 orang yaitu fendi sebagai Kabid, Nelva Yenti Kasi Pengawas Ketenaga Kerjaan dan salah satu rekannya yang lain untuk membahas kebutuhan tenaga dokter di Disnaker.

"Saat dipersidangan terdakwa protes katanya rapat tersebut tidak pernah digelar olehnya. Kejadian pertama kali pada bulan November 2019, pada saat rapat itu lah. Dan terdakwa tidak mengakuinya. Pada saat itu terdakwa merabah paha saya," kata Nelva Yenti, didampingi PH David Wijaya, setelah persidangan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (7/5/2021)

"Saat persidangan juga ada yang menanyakan. Kenapa tidak dilaporkan sejak awal, iya, karena ini aib kata saya jadi malu, ingin melaporkan. Namun setelah itu saya lapor bersama suami ke Pemberdayaan Perempuan Provinsi Bangka Belitung," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Yuranda
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved