Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Depati Hamzah Penuh, Terisi 19 Orang dari 17 Tempat Tidur

saat ini di ruang isolasi covid-19 RSUD Depati Hamzah terisi 19 orang dari 17 tempat tidur yang tersedia.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhammad Fauzan menyebutkan, ruang rawat isolasi covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang terisi penuh.

Kata Fauzan, saat ini memang terjadi peningkatan kasus konfirmasi, sehingga pihaknya berencana ingin kembali menambah jumlah kapasitas tempat tidur di ruang isolasi.

Fauzan menyebut, saat ini di ruang isolasi covid-19 RSUD Depati Hamzah terisi 19 orang dari 17 tempat tidur yang tersedia.

"Hingga hari ini kami merawat 19 orang kasus covid-19 bergejala ringan hingga sedang," ungkap Fauzan kepada Bangkapos.com, Jumat (7/5/2021).

“Ada yang satu keluarga tidak ada masalah, untuk saat ini kami berusaha menambah kapasitas tempat tidur kurang lebih 15 tempat tidur lagi, untuk merawat pasien covid dengan gejala lebih banyak lagi.”

Fauzan menyebut, dari 19 orang tersebut ada enam orang warga kota Pangkalpinang, dan 13 orang lainnya dari Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka, dan Bangka Barat.

Menurutnya, pada bulan Februari hingga awal April 2021 lalu sempat terjadi penurunan hunian ruang isolasi covid-19 di RSUD Depati Hamzah.

Namun sejak akhir April sampai sekarang  kasus meningkat kembali ruang isolasi kembali terisi penuh.

Fauzan menyebutkan, peningkatan kasus ini disebabkan menurunnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan (prokes).

"Kita lihat sekarang pusat perbelanjaan penuh tidak ada jaga jarak, tidak ada social distancing, kemudian banyak juga tempat makan atau tempat nongkrong yang buka melebihi jam ketentuan. Jadi protokol kesehatan kita dimasyarakat itu sudah mulai berkurang," sebutnya.

Fauzan menuturkan, prediksi kasus konfirmasi akan terus bertambah hingga setelah lebaran nanti.

"Makanya kebiasaan yang dulu sering kita jalankan sudah mulai berkurang, kita lihat saja tenpat cuci tangan sekarang setiap di depan rumah atau di depan kantor sekarang hanya menjadi pajangan tidak lagi digunakan dengan baik," ujarnya.

Dengan demikian Fauzan berharap masyarakat sekarang untuk kembali lagi memperhatikan protokol kesehatan dengan baik.

"Jadi kami mohon untuk kembali lagi bersama-sama untuk protokol kesehatannya kembali dijalankan, untuk ke tampat makannuntuk mencuci tangan terlebih dulu, mengatur jarak, mengurangi kerumunan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved