Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Siap Ikuti 13 Kebijakan Gubernur Babel, Pemkot Petakan Zona per Kecamatan

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, siap mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Gubernur Erzaldi Rosman.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

"Kita masih menunggu pemetaan zona itu, jadi perkelurahannya jelas yang mana, karena berdasarkan laporan tadi tidak semua kelurahan dikita ini zona merah, tidak semua kecamatan zona merah. Jangan gara-gara satu zona merah kita sebut Pangkalpinang zona merah jangan. Jadi kita mau mengklaster dulu," tegasnya.

Dengan demikian Molen berharap, Kota Pangkalpinang bisa kembali zona hijau, dan memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa ini adalah kepentingan semua.

"Kita berharap bisa kembali zona hijau, paling tidak zona kuning, semoga ini jadi kesadaran kita bersama. Sebetulnya percuma kalau masyarakatnya tidak sadar-sadar kuncinya bagaimana kita memberi pelajaran kepada masyarakat bahwa ini kepentingan semua," sebutnya.

Untuk diketahui, sebelum ditandatanganinya 13 kesepakatan bersama tersebut, seluruh masukan dan aspirasi berbagai elemen masyarakat telah ditampung hingga lahirlah kesepakatan dengan butir-butir sebagai berikut.

1. Pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap kegiatan dan aktivitas;
2. Pembatasan kegiatan buka bersama;
3. Pemberlakuan pelarangan mudik lokal antar Bangka ke Belitung dan sebaliknya;
4. Kegiatan posko-posko pemantauan, penyekatan, serta tempat karantina adalah tugas bersama;
5. Pelaksanaan zakat fitrah sebaiknya dilaksanakan "Door to Door' oleh petugas zakat;
6. Peniadaan kegiatan takbir keliling;
7. Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah boleh dilaksanakan di mesjid atau lapangan terbuka dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat;
8. Khotbah ldul Fitri dibatasi maksimal 15 menit dan para khatib diimbau untuk menyisipkan materi tentang pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19;
9. Masyarakat dilarang melaksanakan kegiatan "nganggung" pada saat selesai Salat Idul Fitri;
10. Pejabat dilarang untuk melaksanakan Open House;
11. Pembatasan jumlah pengunjung di tempat wisata dan tempat-tempat umum sebanyak 50% dari kapasitas pengunjung;
12. Pembatasan jam operasional kafe, restoran, dan tempat-tempat umum sampai pukul 22.00 WIB;
13. Pemantauan aktivitas pengunjung di pasar, mall, outlet-outlet, serta tempat keramaian lainnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved