Breaking News:

Ramadhan 2021

Tata Cara Itikaf Menyambut Lailatul Qadar di Ramadhan, Mulai dari Niat, Syarat dan Waktu

Tata Cara Itikaf Menyambut Lailatul Qadar di Ramadhan, Mulai dari Niat, Syarat dan Waktu

Editor: M Zulkodri
tribunnews.com
Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar Beserta Doa dan Amalan-amalan yang Dianjurkan 

Itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir.

2. Berakal sehat atau tamyiz

Itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang gila dan sejenisnya.

Itikaf juga tidak sah jika dilakukan oleh anak kecil yang belum mumayyiz.

3. Bertempat di masjid

Itikaf tidak sah jika dilakukan di rumah.

Kecuali menurut mazhab Hanafi yang membolehkan wanita beritikaf di mushala rumahnya.

4. Suci dari hadats besar

Itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang yang sedang junub, haid atau nifas.

Bahkan mereka dilarang berada di dalam masjid.

5. Izin suami bagi istri

Menurut mazhab Hanafi, Syafii dan Hambali, seorang istri tidak sah beritikaf tanpa izin dari suaminya.

Sedangkan Rukun Itikaf hanya ada dua, yakni niat Itikaf dan tinggal (berdiam diri) di masjid.

Jika tidak berniat beritikaf, maka meskipun ia berada di masjid, keberadaannya bukanlah Itikaf.

Demikian pula sebaliknya, eorang yang berniat beritikaf tapi ia tidak berada di masjid, maka itu bukan itikaf.

Umat muslim yang berniat melaksanakan Itikaf harus menyibukkan diri dengan ibadah sebisa mungkin, siang dan malam, berupa sholat, dzikir, tilawah dan ibadah lainnya.

Keutamaan Itikaf

Itikaf mampunyai berbagai keutamaan.

Berikut berbagai keutamaan itikaf dilansir dari berbagi sumber :

1. Mendapat Pahala

Orang yang melaksanakan Itikaf akan mendapatkan pahala setiap saat.

Sebab, diamnya di masjid dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT.

Saat terjaga, ia mengisi waktunya dengan shalat, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakkur atau mengkaji ilmu.

Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang yang beritikaf mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumahnya.

Sebab tidurnya itu termasuk rangkaian Itikaf.

2. Meraih Lailatul Qadar

Orang yang Itikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, insya Allah akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar turun pada malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Orang yang Itikaf di masjid akan merasakan hadirnya Lailatul Qadar.

Bahkan seandainya orang yang beritikaf itu sedang tertidur dan hanya bangun sebentar pada malam Lailatul Qadar, Insya Allah ia tetap mendapat Lailatul Qadar karena tidurnya merupakan rangkaian itikaf dan berpahala

3. Meningkatkan Kesungguhan dalam Beribadah

Dikutip TribunStyle.com dari rumahzakat.org, orang yang melaksanakan Itikaf dapat meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.

Aisyah menceritakan, “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim).

4. Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Orang yang Itikaf di masjid akan terjaga dari perbuatan maksiat.

Itikaf ikut menjaga shaum seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa, walau kecil sekalipun.

Itikaf dapat mencegah keinginan untuk melakukan kemaksiatan, serta mendidik berlaku sabar dalam menghadapi segala bentuk kemaksiatan.

5. Perenungan Tentang Hidup

Orang yang melaksanakan Itikaf juga bisa merenung banyak hal tentang hidup.

Berada di dalam masjid membuat kita terkondisikan untuk mengingat Allah dan mengingat segala kebesarannya.

Untuk itu, kita akan mengingat bahwa dalam hidup banyak sekali dosa-dosa dan kesahalan baik yang disengaja ataupun tidak.

Untuk itulah Allah memberikan kita kesempatan itikaf salah satunya untuk mengingat dan merenungi kehidupan.

Perenungan saat Itikaf di Bulan Ramadhan ini juga bisa tentang masalah dunia dan akhirat, masalah kebahagiaan, masalah kesalahan di masa lalu, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang sudah kita lalaikan.

(*/ BanjarmasinPost.co.id / Tribunmataram.com/ TribunStyle.com/Anggie/Listusista)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved