Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bahan Pokok di Pangkalpinang Tercukupi, Warga Tak Perlu Stok Barang, Ini Penyebab Harga Ayam Tinggi

epala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Pangkalpinang, Donal Tampubolon meminta masyarakat tak perlu melakukan penyetokan bahan pokok.

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Susunan rak telur yang dijual pedagang bahan pokok di kawasan Pasar Burung, Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon meminta masyarakat tak perlu melakukan penyetokan bahan pokok jelang lebaran.

Kata Donal, semua kebutuhan pokok seperti beras, gula, gandum, minyak, dan lainnya masih akan tercukupi hingga setelah lebaran nanti.

"Kan yang dibatasi itu adalah penumpang untuk mudik, kalau bahan pokok kita masih tetap jalan, masih masuk ke kita. Dan masyarakat tidak perlu khawatir semuanya aman stok cukup harga juga masih terkendali," ungkap Donal kepada Bangkapos.com, Senin (10/5/2021).

Tidak hanya bahan pokok saja, Donal menyebut stok daging sapi dan ayam jelang lebaran Idul Fitri juga akan tercukupi.

"Kalau stok daging juga tidak usah khawatir sudah beberapa kali kita pantau dan stoknya masih aman, pasti akan tercukupi untuk memenuhi kebutuhan lebaran tahun 2021 ini. Bahkan dibeberapa swalayan kita juga menyediakan daging beku yang tak kalah kwalitasnya," ungkap Donal.

Sementara soal harga, sesuai dengan Surat Edaran, HET Daging sapi Rp 135 ribu perkilogram di pulau Bangka dan Rp 140.000 perkilogram di pulau Belitung. Sementara harga eceran tertinggi ayam di wilayah pulau Bangka dan pulau Belitung ditetapkan sebesar Rp 35.000 perkilogram bulat dan untuk karkas sebesar Rp 40.000 perkilogram.

Terkait penyebab harga ayam naik beberapa waktu lalu, Donal menyebutkan ada dua penyebab harga ayam tinggi.

"Jadi harga naik itu ada dua penyebabnya yang pertama memang sejak Novenmber lalu ada peraturan Kementerian Pertanian tentang pengurangan kuota pemotongan bibit ayam atau BOC hingga ada pemain nakal pedagang ayam beberapa waktu lalu tapi kalau sekarang sudah stabil kembali," jelasnya.

Menurutnya, sebelum kuota ayam per satu minggu berkisar 280 ton. Sedangkan saat ini per minggu hanya 140 ton.

"Nanti kami disperindag akan kembali melakukan operasi pasar untuk kembali mengintervensi harga daging ayam di pasaran yang melonjak naik," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved