Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kasus Covid-19 Meningkat, Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan,Tidak Ada Batasan Zona

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebutkan, hingga kini simulasi pembelajaran tatap muka.

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebutkan, hingga kini simulasi pembelajaran tatap muka masih tetap dilaksanakan meski kasus Covid-19 di Kota Pangkalpinang terjadi peningkatan.

Kata Eddy, berdasarkan SKB 4 Menteri saat ini keputusan membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah diserahkan langsung ke daerah masing-masing dan tidak ada lagi pembatasan zona wilayah.

Bahkan menurutnya, simulasi KBM tatap muka yang digelar selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan yang baik, hingga membatasi rasio siswa-siswi setiap kelasnya.

"Saya pikir dengan kasus meningkat ini bukan membuat kita patah semangat, tapi lebih membuat kita lebih ketat lagi, lebih maksimal lagi dengan prtokol kesehatannya. Simulasi pembelajaran di sekolah tetap jalan yang penting pengaturan kita yang lebih dimaksimal lagi," ungkap Eddy kepada Bangkapos.com, Senin (10/5/2021).

Eddy menyebut, dari kebijakan kementerian pendidikan juga tidak ada kebijakan untuk menghentikan sekolah karena kasus meningkat hanya saja membatasi aktivitas sekolah.

Tak hanya itu, Eddy menuturkan berdasarkan evaluasi hingga sudah tiga bulan dilaksanakannya simulasi tatap muka tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Alhamdulillah syukur setelah kita melaksanakan kurang lebih tiga bulan ini tidak ada masalah, tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan. Artinya ini mode yang perlu kita tingkatkan kembali, kalaupun misalnya ada temuan kasus dekat kawasan itu saja yang kita batasi bukan menutup semuanya," tegasnya.

Kata Eddy, pembelajaran tatap muka juga sudah sangat diharapkan oleh para orang tua siswa-siswi hingga harus ada persetujuan para orangtua.

Menurutnya, selama ini laporan dari beberapa sekolah yang melaksankan simulasi pembelajaran tatap muka semuanya cukup baik tanpa ada kendala.

"Kalau selama ini laporan yang masuk ke kita semuanya cukup baik, dan semua sekolah disambut antusias siswa-siswi yang luar biasa juga menyambut simulasi tatap muka ini. Dan sampai sekarang alhamdulillahnya belum ada temuan yang terdampak akibat simulasi tatap muka, semoga tidak akan sampai akhir nanti," ujar Eddy.

Menurutnya,  jika nanti ada temuan guru ataupun pelajar yang terpapar cukup orang itu saja yang diliburkan dan beberapa orang yang berinteraksi erat yang dikarantina, tak perlu selururuh sekolah ditutup kembali.

"Misalkan ada yang terpapar ya yang bersangkutan aja, tidak harus semuanya di lockdown seperti dulu. Saya pikir jangan terlalu kita khawatrikan namun kita harus tetap waspada, intinya kita slaing menjaga saja," bebernya.

 Eddy berharap, ada semester baru nanti sudah bisa melaksanakan transisi pembelajaran tatap muka.

"Di awal tahun pembelajaran 2021/2022 nanti itu semuanya sudah mengadakan transisi tatap muka, terus saru bulan kita evaluasi langsung new normal. Cuman formulanya nanti tetap akan kita atur 50 persen perkelasnya," ucapnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved