Breaking News:

Tak Tahan Lagi, Pensiunan Militer Ini Bocorkan Kebusukan Tentara Israel Perlakukan Warga Palestina

Saat itulah saya menyadari bahwa saya ingin keluar dari militer. Saya tidak ingin melakukan sesuatu yang saya anggap tidak bermoral

Editor: Iwan Satriawan
Ahmad GHARABLI / AFP
Gas Air mata mengepul di tengah bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

BANGKAPOS.COM- Perlakuan zionisme Israel terhadap rakyat Palestina ternyata tak hanya dibenci kalangan bangsa Arab dan dunia islam saja.

Orang yahudi fanatik pun ada yang menolak kekerasan yang dilakukan.

Salah satunya Joen Carmel.

Dia adalah seorang Yahudi yang besar di pinggiran London.

Sebagai orang dengan darah Yahudi, Carmel memiliki hasrat ingin membela Israel di tengah kecaman dunia karena kekejamannya pada Palestina.

Carmel mengatakan dia adalah seorang fanatik Israel yang tumbuh besar di lingkungan Zionis.

Pasukan militer Israel menangkap anak-anak Palestina yang berada di pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.
Pasukan militer Israel menangkap anak-anak Palestina yang berada di pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat. ([@banabyad/Twitter](@banabyad/Twitter))

"Semua orang mengecam kami, segala sesuatu adalah anti-Israel, dan kami memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan sisi lain kami," katanya.

Sebagai seorang fanatik yang pro-Israel, Carmel memenangkan hadiah duta besar dalam membela Israel.

Pada usia 18 tahun dia ditempatkan di universitas Inggris, kemudian pindah ke Israel dan bergabung dengan Pasukan Keamanan Israel (IDF).

Dia ditugaskan di tepi barat yang diduduki Israel sebagai bagian administrasi militer Israel.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved