Breaking News:

Akurat hingga 1,5 KM, Pasukan Israel Ternyata Paling Takut dengan Senapan Sniper Hamas Ini

Pasukan Israel yang selama ini menjadi superior di Jalur Gaza rupanya menjadi ketakutan.Mereka bisa kapan saja menjadi sasaran tembakan sniper

Editor: Iwan Satriawan
via intisari-online
Sniper Hamas bersenjata senapan Sayad-2 

Hamas memang memiliki pasukan sniper yang sangat terlatih, namun mereka merasa tidak bertanggung jawab atas terbunuhnya prajurit Israel oleh tembakan sniper.

Diketahui bahwa persenjataan para sniper Hamas bukan senjata sembarangan.

Senjata para sniper Hamas itu berasal dari Austria dan Iran yang sudah terbukti dalam pertempuran.

Untuk senjata sniper buatan Austria, Hamas memakai senapan Styer HS 50 yang bisa menembak sasaran secara akurat pada jarak 1,5 km.

Sementara, di Indonesia senjata Styer ini juga menjadi pegangan sniper pasukan Brimbob Polri.

Sedangkan untuk senjata sniper buatan Iran yang dimiliki Hamas dikenal merupakan senjata yang sangat ‘mengerikan’, yakni Sayad- 2.

Sayad-2, sebagai senjata sniper, merupakan senapan penembus material yang biasa digunakan untuk melumpuhkan sniper musuh (counter sniper) pada jarak 2 km.

Misalnya target yang diincar sedang berlindung di balik tembok.

Senapan Sayad-2 yang pelurunya bisa menembus tembok ini menjadikan target bisa dilumpuhkan sniper secara akurat dan luka akibat tembakan pun sangat mengerikan.

Luka yang diakibatkan oleh hantaman peluru kaliber 50 BMG dari senapan Sayad-2 itu bisa langsung menembus tubuh dengan luka besar menganga.

Jika peluru Sayad-2 menembus rompi antipeluru, bisa sampai menghantam kepala targetnya, maka kepala korban bisa hilang separuh atau hilang sama sekali.

Masuk akal jika pasukan Israel menjadi sangat ketakutan terhadap sniper Hamas, karena luka yang sangat mengerikan dan korbannya nyaris sulit ditolong itu. 

Siapakah Hamas

Dikutip dari wikipedia, Hamas (bahasa Arab: حماس‎ Ḥamās, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah حركة المقاومة الاسلامية Ḥarakat al-Muqāwamah al-ʾIslāmiyyah.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved