Breaking News:

Idul Fitiri 2021

Apa itu Rukyatul Hilal dan Hisab dalam Penentuan Lebaran Idul Fitri

Penentuan sidang isbat di Indonesia menggunakan metode Rukyatul Hilal dan Hisab dalam menentukan 1 Syawal sebagai tanda masuknya Idul Fitri

Penulis: Magang3 | Editor: M Zulkodri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota tim Rukyatul Hilal memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Masjid Al Musari'in, Basmol, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Kementerian Agama menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan 1 Ramadan 1439 H di 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 provinsi guna menetukan rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal untuk dimusyawarahkan dalam sidang isbat. 

Apabila tinggi hilal berada di bawah 2 atau lebih dari 4 derajat, kemungkinan objek yang dilihat bukan hilal, melainkan bintang, lampu kapal, atau objek lainnya.

Oleh karena itu, rukyatul hilal harus dilakukan di lokasi dengan medan pandangan yang luas ke arah barat dan tidak dibatasi oleh halangan tertentu di cakrawala baik berupa bukit, gunung, maupun pepohonan tinggi.

Hilal dianggap penting oleh umat Islam karena dinyatakan secara tekstual dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

“Berpuasalah (dan berhari raya) karena melihat hilal. Jika tidak terlihat, maka genapkanlah.” Dengan landasan tersebut, rukyatul hilal (observasi hilal) dipahami sebagai ibadah.

Sementara itu, hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Khazin menjelaskan, metode hisab yang berkembang di Indonesia ada beberapa rujukan atau kitab dan sudah menggunakan metode kontemporer.

"Kalau di Kemenag kan menggunakan data ephemeris hisab rukyat. Meski ada beberapa metode hisab, biasanya hasilnya sama," tuturnya.

"Caranya ya menggunakan rumus-rumus yang ada di buku itu. Ada rumusnya seperti apa untuk menghitung awal bulan dengan data astronomis yang ada di buku-buku tersebut," tambahnya.

Terlepas dari itu, Khazan mengatakan bahwa baik metode hisab maupun rukyat, keduanya merupakan sebuah cara untuk menentukan awal bulan.

Menurutnya kedua metode itu tidak bisa dinafikan karena semuanya saling mendukung.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved