Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Bangka Belitung Masih Masuk 10 Besar Jumlah Kasus Harian Covid-19 Terbanyak Secara Nasional 

Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih masuk 10 besar jumlah kasus baru positif Covid-19 secara nasional.

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Corona Virus Babel 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih masuk 10 besar jumlah kasus baru positif Covid-19 secara nasional.

Bangka Belitung menduduki peringkat ke sembilan dengan 143 kasus baru, berada di bawah Kepulauan Riau 147 kasus baru. Sementara posisi pertama di duduki Jawa Barat dengan 1.373 kasus baru dan Maluku mendududuki posisi ke 34 dengan 1 kasus baru.

Seiring adanya tambahan 143 kasus baru, total kasus di Babel menjadi 15.184 kasus, sembuh 188 total 13.454 kasus, dan meninggal dunia 1 total 233 kasus.

Sebaran kasus Kota Pangkalpinang 33 kasus, Bangka 49 kasus, Bangka Tengah 10 kasus, Bangka Barat 7 kasus, Bangka Selatan 10 kasus, Belitung 12 kasus, dan Belitung Timur 22 kasus.

Kemudian tambahan 1 kasus meninggal dunia berasal dari Bangka.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, orang yang terkonfirmasi Covid-19 pekan ini mengalami kenaikan, di mana lonjakan atau penularan Covid-19 massif.

Dia menjelaskan, masih terjadi terutama di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Belitung, dan Kabupaten Bangka Tengah. 

"Sementara orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga turun sedikit dibandingkan pekan sebelumnya. Lonjakan kasus kematian atau orang meninggal Covid-19 terjadi terutama di Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka Barat,"kata Mikron kepada Bangkapos.com, Selasa (11/5/2021).

Menurutnya, terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun, terutama menjelang lebaran Idul Fitri.

Kemudian, berkaitan larangan mudik, kata Mikron hanya berlaku antar pulau, seperti Bangka ke Belitung dan sebaliknya.

Petugas tidak melakukan penyekatan untuk di dalam kabupaten/kota dalam pulau.

"Kalau di dalam kabupaten satu pulau tersebut tidak ada penyekatan. Hanya dari Belitung ke Bangka dan sebaliknya itu dilarang. Warga boleh berpergian dan tidak ada tes antigen atau bukti tes harus diberikan disetiap posko keamanan,"ujarnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved