Breaking News:

Cerita Perjuangan Nenek Arpah Rebut Kembali Tanah, Ditipu Karena Buta Huruf, hingga Menang Perdata

Cerita Perjuangan Nenek Arpah Rebut Kembali Tanah, Ditipu Karena Buta Huruf, hingga Menang Perdata

Editor: M Zulkodri
Tribunnews
Derita Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Rumah Dibeli Rp 300 Ribu Saja, Gini Nasibnya Kini 

Majelis hakim menyepakati bahwa Kadir telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan terhadap bidang tanah seluas 103 meter persegi yang tidak dijual Arpah, namun diklaim oleh Kadir.

Di balik vonisnya yang rendah (jaksa menuntutnya dibui 2 tahun), majelis hakim menjadikan kelakuan baik Kadir selama ditahan sebagai salah satu pertimbangan dalam menjatuhkan vonis.

Masalah tidak beres setelah palu hakim diketuk. Arpah belum mendapatkan kembali haknya atas tanah itu.

Majelis hakim memutuskan mengembalikan sertifikat tanah yang jadi alat bukti kasus penipuan terhadap Arpah kepada Kadir.

Padahal, jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut agar barang bukti sertifikat tanah Nomor 8198 yang sebelumnya atas nama Arpah (kemudian dibalik nama oleh Kadir) dikembalikan pada Arpah.

"Perkara kepemilikan sertifikat tanah bertentangan dengan Hukum Acara Perdata dan diselesaikan dalam ranah perdata. Barang bukti tersebut dikembalikan kepada terdakwa (Kadir)," ungkap Hakim Ketua, M. Iqbal dalam amar putusannya.

Menanggapi hal ini, salah satu penasihat hukum Arpah, Danil, mempertanyakan keputusan majelis hakim.

Menurut dia, majelis hakim seharusnya mengembalikan serifikat tanah yang menjadi alat bukti itu kepada Arpah selaku pemilik.

"Ini agak kontradiktif. Yang satu, unsurnya (penipuan) terpenuhi, tapi kok sertifikatnya sebagai alat bukti yang utama tidak dikembalikan kepada Bu Arpah melainkan kepada Abdul Kadir," ujar pengacara Arpah, Danil Syuchayadi.

Arpah dan pengacara mengajukan banding. Pengadilan Tinggi Jawa Barat menambah vonis untuk Kadir jadi 1,5 tahun kurungan.

Namun, putusan dari Bandung soal sertifikat tanah 8198 tetap dikembalikan kepada Kadir.

Menang perdata

Arpah dan pengacara tak menyerah. Apa artinya hukuman bagi Kadir, namun tanahnya tak berhasil direbut kembali?

Mereka melanjutkan proses hukum ke ranah perdata hingga kemarin siang, mereka berhasil memenangkan apa yang mereka perjuangkan.

Kini, mereka menanti eskekusi putusan.

"Saya berterima kasih kepada majelis hakim yang telah memutus seadil-adilnya dengan penuh pertimbangan, yaitu Nenek Arpah yang dizalimi, tanahnya ditipu, hak-haknya kembali. Sertifikatnya dapat dikembalikan kepada Bu Arpah," jelas Danil.

"Kita masih menunggu 14 hari, apakah pihak lawan mengajukan banding atau tidak, kita masih menunggu. Tapi yang pasti jika ini sudah berkekuatan hukum tetap kita akan mengajukan eksekusi," imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalan Panjang Nenek Arpah Rebut Kembali Tanahnya, Ditipu karena Buta Huruf hingga Menang Perdata"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved