Senin, 13 April 2026

Kasus Aktif Covid-19 di Wilayah Sumatera Jadi Perhatian, Di Jawa Melandai Tapi Waspada

Tren kasus aktif Covid-19 selam dua bulan terakhir melandai, setelah terjadinya peningkatan kasus di bulan Desember tahun lalu hingga awal Februari

Tangkapan Layar Youtube Pusdalops BNPB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo memberikan pengarahan saat Briefing Peserta Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP), Senin (10/5/2021) 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Peningkatan kasus aktif Covid -19 di wilayah Sumatera menjadi sorotan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Oleh sebab itu dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, dalam upaya mecegah terjadinya peningkatan jumlah kasus aktif baru.

Ia menjelaskan tren kasus aktif Covid-19 selam dua bulan terakhir melandai, setelah terjadinya peningkatan kasus di bulan Desember tahun lalu hingga awal Februari tahun ini. Kondisi ini menurutnya terjadi di Pulau Jawa.

Di Pulau Jawa, lanjutnya untuk kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rata-rata dibawah 40 persen.

Namu di Sumatera ada peningkatan, malah ada provinsi untuk tingkat BOR rumah sakit diatas 60 persen, padahal empat minggu sebelumnya masih 30 persen

“Kita khawtairkan ini kemungkinan kegiatan sebelum Ramadan, kemungkinan ada yang pulang kampung, karena belum ada larangan mudik atau kegiatan keamaan atau tradisi yang akhirnya berdampak peningkatan kasus,” ujar Doni Monardo, saat Briefing Peserta Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) Angkatan 3, Senin (10/5/2021).

Meskipun kurva kasus aktif Covid-19 di Pulau Jawa melandai dibawah 40 persen, menurut Doni tetap harus waspada, sehingga dibutuhkan segala upaya agar bisa dapat bertahan, diantaranya larangan mudik.

Ia berharap bagi warga yang ingin mudik agar bersabar, karena dengan tidak mudik akan membantu mengurangi kasus aktif. Membatasi pergerakan manusia sangat penting dalam hal ini, sementara silahturahmi atau halal bihalal bisa dilakukan secara virtual.

Bisa dibayangkan, lanjut Doni, bila tetap nekat mudik lalu disaat pulang, ternyata ada orang di kampung yang terpapar Covid-19, sementara tidak semua daerah punya dokter dan rumah sakit yang memadai.

“Saat ini ada sekitar 7 persen masih ngotot mudik, artinya ada ada sekitar 18,9 juta akan tetap mudik,” ujarnya.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved