Breaking News:

Kisah Pemudik Nekat Terobos Polisi, Lebih Baik Masuk Penjara Daripada 6 Tahun Tak Ketemu Anak

Apapun yang terjadi, lebaran Idul Fitri tahun ini dia harus bertemu dengan anak-anaknya.

Editor: Alza Munzi
WartaKota/Muhammad Azzam
Ilustrasi. Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor berhasil menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi- Karawang, Minggu (9/5/2021) pukul 22.40 WIB. 

BANGKAPOS.COM - Rasa rindu yang membuncah, membuat pria ini nekat menerobos pos penyekatan.

Apapun yang terjadi, lebaran Idul Fitri tahun ini dia harus bertemu dengan anak-anaknya.

Tak peduli diadang polisi, dia menjadi emosional lantaran beban rindu yang dalam di hatinya.

Dikutip dari kompas.com, enam tahun Carliana (41) tak berkumpul bersama anak-anaknya di kampung halaman.

Pria asal Pemalang ini sempat bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan.

Sejak pulang ke Indonesia, dia bekerja di Bogor.

Ia tak bisa balik ke Taiwan lantaran negara tersebut menutup kedatangan tenaga kerja asing akibat pandemi Covid-19.

Meski telah menginjakkan kaki di Indonesia, Carliana mengaku belum sempat berjumpa dengan buah hatinya.

Dia dilanda rindu, terutama kepada anak bungsunya yang sedang menjalani studi di sekolah menengah pertama dan mondok di

pesantren.

"Kalau anak nangis, saya enggak bisa tahan," ujarnya.

Walau ada larangan mudik, Carliana membulatkan keinginan demi berjumpa anak-anaknya.

"Sudah enam tahun (tidak kumpul). Ini tahun ketujuh. Saya harus berjuang demi anak-anak," tutur dia.

Tolak putar balik

Carliana memacu motor matiknya dari Bogor menuju Pemalang.

Pada Selasa (11/5/2021) dini hari dia tiba di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat.

Sesampainya di pos, ia diminta untuk putar balik oleh petugas.

Namun, Carliana menolak.

"Saya enggak mau (putar balik). Lebih baik dipenjara daripada dengar anak saya nangis," ucapnya.

Sempat terjadi adu argumen antara Carliana dan petugas.

Akhirnya, dia mau diajak menepi.

Petugas kemudian menenangkan Carliana.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Karawang AKP Rizky Adi Saputro termasuk salah satu yang iktu menenangkan

pemudik tersebut.

Kepada Rizky, Carliana menyampaikan alasan dia bersikeras kepingin mudik.

Dengan berbagai pertimbangan, Carliana dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Izin diberikan secara lisan. Hanya saja, izin ini hanya berlaku di wilayah Karawang.

"Sekarang foto sama saya, sebagai bukti diizinkan melanjutkan perjalanan secara lisan. Silakan tunjukkan pada petugas di pos

selanjutnya.

Namun, hanya berlaku di wilayah Karawang saja," kata Rizky kepada Carliana.

Cerita lain

Malam itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Karawang AKP Rizky Adi Saputro sedang bertugas di

Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat.

Beberapa pemudik yang melintas di area tersebut, diduga sempat melakukan provokasi kepada petugas dengan cara

membunyikan klakson dan menggeber gas.

Mereka melakukannya diduga karena emosi usai diminta putar balik.

Salah satu yang diduga turut melancarkan aksi itu adalah pemudik bermotor berpelat nomor Z.

Petugas awalnya ingin mengamankan pemudik tersebut.

Namun, si pemudik tak mau.

“Dia juga enggak mau untuk diamankan. Langsung (saya) berinisiatif memeluk yang bersangkutan. Saya mencoba menyabarkan

atau menahan emosinya,” ujar Rizky di Markas Polres Karawang, Senin (10/5/2021).

Rizky berinisiatif menenangkannya karena khawatir tindakan si pemudik dimungkinkan bisa memantik emosi petugas yang

telah seharian berdinas.

Ingin bertemu anak

Saat ditenangkan Rizky, si pemudik berkata bahwa dia ingin bertemu anaknya.

Ucapan pemudik itu membuat Rizky terdiam.

"Dia bilang sambil getar. Saya diam, saya eratkan pelukan, saya tahu rasanya," tuturnya. Rizky mengungkapkan, dirinya tahu

betul bagaimana perasaan kangen ingin bertemu buah hati.

"Ia mungkin belum ketemu dua bulanan atau tahunan, tahun lalu mungkin enggak mudik. Beda emosinya, momen inilah yang

jadi tradisi mereka memaksakan mudik," paparnya.

Mau diputar balik Usai ditenangkan, pemudik tersebut diajak menepi.

Dia juga diberi pengertian bahwa petugas hanya menjalankan kewajiban.

"Akhirnya yang bersangkutan setelah ditenangkan, mengerti, dan diputar balik ke arah Jakarta," bebernya.

Rizky mengaku, saat bertugas pada Senin (10/5/2021) dini hari itu, dirinya juga turut menenangkan pemudik lainnya.

“Malam itu sebenarnya ada empat orang yang saya peluk," sebutnya.

Video AKP Rizky memeluk pemudik sempat viral di media sosial.

(kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved