Breaking News:

Idulfitri 2021

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idul Fitri Jatuh Pada 13 Mei 2021, Bagaimana Cara Penentuannya?

Muhammadiyah telah menetapkan lebaran Idul Fitri jatuh tanggal 13 Mei, bagaimanakah metode yang digunakan untuk menentukan 1 syawal itu?

Penulis: Magang3
Editor: M Zulkodri
Mojok
LOGO MUHAMMADIYAH 

BANGKAPOS.COM - Dalam menentukan lebaran Idulfitri, ada dua metode yang umum digunakan di Indonesia.

Metode pertama yaitu dengan menggunakan rukyat hilal dan kedua yaitu metode hisab.

Untuk menentukan masuknya satu Syawal pada kalender Hijriyah, Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Hisab yang digunakan Muhammadiyah adalah hijab wujud al-hilal, yaitu metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter.

Tiga parameter itu jika telah terjadi konjungsi atau ijtimak, ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 Hijriah, jatuh pada Kamis (13/5/2021).

"PP Muhammadiyah menentukan hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 jatuh pada hari Kamis 13 Mei 2021, penentuan ini berdasarkan metode hisab," kata, Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto dikutip dari Kompas Selasa, (11/5/21).

Dalam ilmu fikih selain menyangkut penentuan waktu-waktu ibadah, hisab digunakan dalam arti perhitungan waktu dan arah tempat guna kepentingan pelaksanaan ibadah.

Seperti penentuan waktu salat, waktu puasa, waktu Idulfitri, waktu haji, dan waktu gerhana untuk melaksanakan salat gerhana.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved