Breaking News:

Berita Pangkalpinang

MUI Babel Keluarkan 7 Maklumat Pelaksanaan Salat Id 1442 Hijriyah

Salat Id bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka bila daerah tidak masuk zona merah dan kapasitas jemaah 50 persen dari luas masjid.

KOMPAS.com/Budiyanto
Ilustrasi - MUI Babel membolehkan masyarakat melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1442 H secara berjamaah di tangan lapang atau masjid, tapi dengan syarat dan ketentuan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah sudah mengeluarkan aturan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriyah pada saat pandemi Covid-19 sesuai Surat Edaran Nomor SE 7 Tahun 2021.

Salat Id bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka bila daerah tidak masuk zona merah dan kapasitas jemaah 50 persen dari luas masjid.

Menyikapi pelaksanaan salat salat Id ini, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan Maklumat meliputi:

1. Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa amaliyah Ramadhan seperti salat rawatib, salat tarawih, buka bersama, tausiah dan qiyamullail telah berjalan dan dilaksanakan sebagaimana biasa dengan melaksanakan protokol kesehatan.

2. Berdasarkan perhitungan Hisabiyah 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021 M, akan tetapi kepastian 1 Syawal 1442 H merujuk keputusan Sidang Itsbat Kementerian Agama Republlik Indonesia.

3. Salat Idul Fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah di tanah lapang, masjid, mushalla dan tempat lainnya dengan memperketat protokol kesehatan.

Umat Islam disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan menggemakan takbir, tahlil dan tahmid.

4. Pelaksanan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dan kepada pengurus masjid dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri agar menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat kepada jemaahnya.

5. Khotbah Idul Fitri dibatasi maksimal 15 menit dan para Khatib diimbau untuk menyisipkan materi tentang pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.

6. MUI kota/kabupaten agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah masing-masing terkait dengan penularan Covid-19.

7. Disarankan untuk membaca qunut nazilah pada rekaat kedua pada salat Idul Fitri 1442H.

"Saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat muslim yang melaksanakan salat Idul Fitri 1442 H supaya dapat menerapkan prokes, baik di lapangan maupun di masjid. Selain itu agar masyarakat dapat membawa sajadah dari rumah dan merenggang saf," ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung, Dr Zayadi, Selasa (11/5/2021).

Ia menyebutkam salat menggunakan masker dan menjaga jarak dengan merenggangkan saf tetap sah, karena ada darurat syar'iyyah.

"Kepada pengurus masjid supaya dapat menerapkan prokes kepada jemaahnya dan dapat menyediakan masker bagi yang belum punya. Hal ini dilakukan untuk menjaga diri kita dan orang lain dari penularan Covid-19. Apabila telah menerapkan prokes berarti kita telah melaksanakan syariat dalam menjaga jiwa kita dan orang lain, karena inilah yang merupakan esensi dari beragama," kata Zayadi.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved