Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sopir Pengangkut 200 Kg Daging Babi Mengaku Bawa Kerupuk, Barang Dimusnahkan Karena Terinfeksi ASF

Pejabat karantina curiga terhadap barang yang diletakan di atas muatan besi alat angkut truk berwarna merah.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Saat Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang memusnahkan 200 Kg Daging Babi Positif Virus ASF. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 200 Kg daging babi dimusnahkan oleh pihak Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilker Bandar Udara Depati Amir, Selasa (11/5/2021) siang.

Setelah dilakukan pemeriksaan daging babi yang telah dilakukan penahanan sebelumnya ini positif terinfeksi virus African Swine Fever (ASF) sehingga dilakukan pemusnahan.

Adapun kronologi penahanan, sebanyak 200 Kg daging babi ini dikemas dalam 8 box stereofoam ditemukan pejabat karantina saat melakukan pengetatan pengawasan di Pelabuhan Pangkalbalam menjelang lebaran Idul Fitri 2021

Pengawasan pengetatan ini dilakukan pada Rabu, (5/5/ 2021) dimulai pukul 19.20 WIB dengan pengawasan pada kapal KM Sawita, KM Elsadai dan KM Star Belitung.

Pada Kamis, (6/5/2021) pukul 00.45 WIB, pejabat karantina melakukan pemeriksaan alat angkut dan muatan yang akan dilalulintaskan menggunakan KM Star Belitung dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Bermula dari kecurigaan pejabat karantina terhadap barang yang diletakan di atas muatan besi alat angkut truk berwarna merah.

"Waktu itu, pejabat karantina menanyakan pada sopir tentang isi muatan tesebut. Sopir mengaku barang tersebut kerupuk dan merupakan barang dari kantor salah satu ekspedisi," jelas Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, drh Saifuddin Zuhri.

"Namun, pejabat karantina tidak percaya begitu saja kemudian memeriksa dengan cara membuka kemasan. Setelah dibuka kemudian ditemukan potongan kaki hewan, daging dan tulang yang dicurigai daging tersebut daging babi."

Dikarenakan pemilik barang dan pihak ekpedisi tidak dapat menunjukan dokumen karantina (KH-12) maka barang ditahan dan dilakukan pengujian di laboratorium.

Setelah dinyatakan daging babi ini positif terinfeksi virus African Swine Fever (ASF) maka pemilik barang tersebut dilakukan pembinaan, apabila mengulang akan dilakukan langkah sanksi pidana sesuai aruran yang ditentukan.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved