Breaking News:

Israel Kerahkan 3.000 Tentara ke Gaza, Perang Berskala Penuh Bakal Pecah, Hamas Siap Gempur Roket

Lebih dari 1.000 roket diluncurkan oleh kelompok Palestina selama lebih 38 jam, kata Israel, sebagian besar diarahkan ke Tel Aviv. Sejumlah mobil...

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
afp
Israel menghancurkan bangunan berlantai 14 di Gaza 

Seorang perempuan Palestina berjalan melewati bangunan yang hancur dibom serangan udara Israel di Kota Gaza 12 Mei 2021.

Lalu 230 orang luka-luka setelah serangan udara Israel, banyak yang diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Baca juga: Amerika Sampai Syok, Temukan Ribuan Senjata Buatan China & Rusia, akan Dikirim ke Pemberontak Houthi

Baca juga: Baim Wong Sebut Anak Raffi Jelek, Balasan Rafathar Bikin Suami Paula Terdiam: Parah Banget Ini Orang

Baca juga: Istri Raffi, Nagita Slavina Nangis Lagi Ketika Cek Kehamilan ke Dokter, Ternyata ini Penyebabnya

Baca juga: Senjata Mematikan Milik Israel, Membunuh Musuh Dalam Sekejap, Tanpa Jejak dan Ledakan

Komunitas internasional mendesak kedua pihak mengakhiri pertikaian yang terjadi usai kerusuhan selama beberapa hari di Yerusalem.

Seruan serupa juga dilontarkan oleh utusan khusus PBB untuk perdamaian di Timur Tengah, Tor Wennesland. "Hentikan segera penembakan. Kita sedang mengarah ke perang berskala penuh. Pimpinan kedua pihak harus mengambil tanggungjawab untuk meredakan kekerasan," demikian cuitnya di Twitter.

"Dampak perang di Gaza sangat menghancurkan dan tengah dibayar mahal oleh warga-warga biasa. PBB tengah bekerja dengan semua pihak untuk mengembalikan ketenangan. Hentikan kekerasan sekarang juga," lanjut Wennesland seperti yang dikabarkan Reuters.

Hamas, kelompok yang mengontrol Gaza, menyatakan aksi mereka adalah pembelaan atas "agresi dan terorisme" Israel.

Hamas, salah satunya, merujuk bentrok warga sipil Palestina dengan polisi Israel di masjid al-Aqsa yang menyebabkan ratusan orang terluka.

Namun tembakan roket ke Tel Aviv, menurut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, adalah perbuatan yang melewati batas.

Dia menyebut itu tembakan roket pertama ke Yerusalem dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi saling balas kekerasan di Yerusalem yang terjadi belakangan merupakan yang terburuk sejak tahun 2017.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved