Breaking News:

Halalbihalal Idul Fitri 2021 Kemenko Perekonomian, Airlangga: Saling Memaafkan Agar Kembali Suci

Airlangga Hartarto menggelar Halalbihalal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 15 Mei 2021 atau 3 Syawal 1442 H ini.

Ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Ibu Yanti Isfandiary Airlangga Hartarto. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar halalbihalal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 15 Mei 2021 atau 3 Syawal 1442 H ini.

Halalbihalal ini masih dalam suasana peringatan Hari Raya Idulfitri.

Menko Perekonomian menyatakan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi dengan seluruh pejabat dan pegawai Kemenko Perekonomian meskipun secara virtual.

“Saya yakin ini tidak akan mengurangi makna dan hikmah dari halalbihalal Idulfitri ini,” kata Airlangga didampingi Ibu Yanti Isfandiary Airlangga Hartarto.

Ia pun mendoakan agar segala amal ibadah semua jajaran Kemenko Perekonomian selama bulan puasa lalu dapat diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT, serta semua khilaf dan dosa mendapat ampunan dari Allah SWT.

“Di hari yang suci ini adalah momen yang baik untuk kita semua, agar dapat berbesar hati, saling memberikan maaf atas kekhilafan dan kesalahan, agar bisa kembali suci. Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, saya juga menyampaikan permohonan maaf, baik lahir maupun batin, atas segala kekhilafan dan kekurangan selama kita berinteraksi di dalam pelaksanaan tugas selama ini,” ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengapresiasi seluruh jajaran Kemenko Perekonomian yang mematuhi larangan mudik dari pemerintah. Bahkan dalam halalbihalal virtual ini hadir tidak kurang dari 600 orang.

“Mungkin di antara kita ada yang kecewa karena tidak dapat pulang kampung (mudik). Saya memahami dan turut merasakan kekecewaan itu. Namun demikian, yakinlah itu semua demi kebaikan bangsa dan keselamatan kita bersama,” tuturnya.

Meskipun tidak dapat mudik, dengan kemajuan teknologi, kita masih bisa bertegur sapa dan berbagi kabar, mengobati kerinduan dengan saudara-saudara di kampung halaman.

Ketaatan untuk tidak mudik ini sangat membantu menekan persebaran Covid-19. Pasalnya, kita sudah belajar dari pengalaman libur panjang lebaran atau mudik di 2020 lalu yang telah mengakibatkan kenaikan kasus hingga 70%-90%.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved