Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Masa Peniadaan Mudik, Terdata 923 Orang Bepergian Lewat Bandara Depati Amir Pangkalpinang

Sesuai surat edaran Satgas Penanganan Covid-19, SE 12 Tahun 2021, SE 13 Tahun 2021 dan Addendum SE 13 Tahun 2021.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Aktivitas penerbangan di Bandara Depati Amir diprediksi bakal semakin sibuk, pada akhir pekan dan menjelang pelarangan mudik 6-17 Mei 2021. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sesuai surat edaran Satgas Penanganan Covid-19, Surat Edaran (SE) 12 Tahun 2021, SE 13 Tahun 2021 dan Addendum SE 13 Tahun 2021, saat ini sedang dalam masa peniadaan mudik mulai pada tanggal 6 Mei hingga  17 Mei 2021.

Data penumpang yang melakukan perjalanan pada masa peniadan mudik dengan melampirkan syarat yang berlalu ada sebanyak 923 orang per tanggal 6 hingga 16 Mei 2021 di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Dengan rincian penumpang berangkat sebanyak 420 orang dan penumpang datang sebanyak 503 orang.

Untuk data perinci update hari ini, Minggu (16/5/2021), ada sebanyak 131 penumpang yang berangkat dan sebanyak 114 penumpang yang datang.

Dari informasi, penumpang yang bisa melakukan perjalanan pada masa peniadaan mudik dengan keperluan karena perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit orang kunjungan duka cita, dan keperluan bersalin.

"Normal untuk hari ini ada dua pesawat yang terbang untuk penumpang. Pelaksanaan pelayanan sama seperti biasa cuma bedanya penumpangnya sedikit saja ditambah pemeriksaan surat sesuai SE 13,"  ungkap Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir (BDA) Pangkalpinang, Muhammad Syahril saat dikonfirmasi bangkapos.com, Minggu (16/5/2021).

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengaku petugas KKP saat melakukan pengawasan di bandara dan pelabuhan pernah mencurigai beberapa surat keterangan kesehatan penumpang saat melakukan validasi.

"Beberapa ada yang mencurigakan tapi langsung kita konfirmasi (pihak yang mengeluarkan surat-red) gak ada masalah dan udah clear. Misalnya di surat itu tidak jelas atau ada masalah di tanggal, kita pastikan. Di Pelabuhan Muntok ada, di bandara juga ada, tapi udah clear," kata dr Bangun.

Lebih lanjut, dia menghimbau agar pelaku perjalanan untuk mempersiapkan dokumen yang telah ditentukan.

"Yang utama juga karena ini banyak mobilitas orang dan kita tidak tahu status seperti apa sehingga protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan masyarakat dengan penuh kesadaran seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata dr Bangun.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved