Breaking News:

Antisipasi Covid-19, Keluarga Ini Batasi Bertamu dan Menerima Tamu, tapi Silaturahmi Tetap Terjalin

Tidak banyak tamu yang bersilaruhmi ke rumah keluarga Kurniawan. Sejak pagi hingga sore hari itu ada tiga keluarga yang bertamu ke rumah mereka.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Fitriadi
Keluarga Idham menerima tamu dari keluarga dekat di rumah mereka di Kelurahan Temberan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkapinang, Sabtu (15/5/2021). 

"Silakan bertamu atau berkunjung, tetapi tidak banyak orangnya, menjaga jarak, menggunakan masker dan setiap rumah harus menyediakan area cuci tangan.

“Pada saat makan diusahakan agar tidak ngobrol karena penularan secara droplet, atau jaraknya agak jauh," kata Rebuan.

Dia berharap, agar pandemi Covid-19 cepat berlalu agar silaturahmi antar umat manusia tetap terjalin dengan baik.

"Memang kadang-kadang silaturahmi menjadi berjarak tetapi bisa juga dengan video call, itupun tidak mengurangi makna dari silaturahmi, mengingat kondisi seperti ini agar tidak terjadi penularan," kata Rebuan.

Warga Isolasi Mandiri Jangan Bertamu

Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa sebelumnya juga mengingatkan masyarakat terpapar Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah saat lebaran untuk lebih banyak beraktivitas dan di rumah saja.

Bahkan jelas orang yang terpapar Covid-19 ini agat tidak bertamu ataupun menerima tamu, agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

"Pada dasarnya lebaran bagi yang terkonfirmasi positif lebih baik di rumah, dalam arti kata beraktivitas dengan mengisolasi diri di rumah," ujar Mikron saat diwawancara Bangkapos.com, Jumat (14/5/2021).

"Jikapun akan melalukan kegiatan mendesak harus melakukan pengawasan dengan protokol kesehatan yang ketat dan tidak boleh lalai agar tidak menyebarkan virus kepada yang lain."

Ia menyebutkan beberapa kabupaten dan kota dalam upaya pengendalian pengawasan orang yang diisolasi mandiri, bagian rumah orang tersebut sudah ditempeli stiker dalam pengawasan.

Usaha penempelan stiker ini guna untuk meminta dukungan warga sekitar dalam pengawasan, tetapi upaya ini belum terlihat efektivitas.

"Isolasi mandiri pada dasarnya sesuai dengan ketentuan yang ada, namun pada pelaksanaannya sering terjadi ketidakdisplinan oleh orang terpapar Covid-19, mereka tidak melakukan isolasi diri."

"Kita lihat dari klaster keluarga itu mendominasi di wilayah Babel, itu akibat pengawasan yang kurang optimal dan kesadaran juga kurang," kata Mikron.

Dalam memperketat pengawasan, Satgas Babel sudah mengajukan program tracker sejak Februari 2021 lalu, tetapi belum terealisasi dikarenakan terhambat anggaran yang tak kunjung cair.

"Kemarin kami sudah mengajukan progra Tracker, untuk tracking, mengawasi dan memfasilitasi pasien positif Covid-19 yang ada di RT, RW di suatu daerah, tetapi masih terkendala anggaran," kata Mikron. (Bangkapos.com/Fitriadi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved