Breaking News:

Horizzon

Ketika Fakta Tak Mewakili Realitas

Sekali kehilangan momen, maka seorang fotografer akan kehilangan satu hari pekerjaannya.

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto | Editor: suhendri
Ketika Fakta Tak Mewakili Realitas
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

TIGA polisi turun dari sebuah mobil dinas kepolisian di simpang empat Pasar Pagi sebuah sore di akhir bulan puasa lalu.

Satu dari tiga abdi negara tersebut tampak berpangkat perwira, sedangkan dua lainnya bintara. Dilihat dari emblem dan atribut yang dikenakan, ketiganya jelas bukan anggota polantas. Meski bukan polantas, namun ketiganya rupanya sengaja turun dari mobil untuk mengatur kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

Saat itu jam menunjukkan pukul 16.30, di mana pada jam-jam tersebut kawasan ini memang selalu padat meski belum bisa dibilang crowded. Banyak warga yang ingin membeli kebutuhan berbuka puasa di kawasan ini sehingga kehadiran ketiga polisi ini lebih dari cukup untuk membuat pengendara tidak saling serobot.

Seorang polisi yang tampak dari tanda pangkatnya adalah seorang perwira tampak berdiri di tengah jalan. Dibantu satu bintara, keduanya dengan sigap mengatur kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut. Sementara itu, satu anggota lain tampak sibuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel pintar dari berbagai angle (sudut).

Namun entah kenapa, belum genap lima menit mengatur lalu lintas, adegan simpatik dari petugas kepolisian itu harus berakhir. Seperti dikomando, begitu bintara yang sejak awal mengambil foto berjalan menuju ke mobil, perwira dan bintara lainnya yang tadi tampak mengatur lalu lintas juga tampak ikut berjalan menuju ke mobil.

Ketiganya pergi meninggalkan lokasi dan mobil mereka tampak menuju ke arah Polres Pangkalpinang.

Sekilas, apa yang dilakukan ketiga polisi ini tampaknya bukan berniat untuk turun ke lapangan untuk membantu mengatur lalu lintas. Saat kita membiarkan pikiran negatif, maka pasti kita akan menuduh bahwa ketiga polisi ini hanya ingin sekadar ambil foto untuk share ke medsos demi membangun citra positif kepolisian.

Betul memang, di era digitalisasi saat ini, di mana media sosial menjadi alat paling efektif untuk branding, kita sering melihat akun-akun official institusi pemerintah, tak terkecuali kepolisian, masih mem-posting hal-hal positif ke publik. Dan memang apa yang dilakukan ini efektif dan sukses meningkatkan citra positif.

Namun, tak elok rasanya jika pikiran negatif tersebut terus dipelihara dan menguasai pikiran kita. Kita harus tetap berpikir positif. Kita harus berpikir bahwa ketiganya bergegas kembali ke Mapolres Pangkalpinang, meski belum genap lima menit mengatur lalu lintas lantaran ada tugas lain yang mendesak untuk segera dituntaskan.

Kisah dari tiga polisi yang mengatur lalu lintas di Pasar Pagi tak lebih dari lima menit ini muncul kembali setelah sejumlah fotografer saling bercerita tentang pengalaman meliput penyekatan terkait kebijakan larangan mudik di sejumlah ruas penting di Jawa Tengah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved