Breaking News:

Sempat Cekcok dan Adu Mulut di Desa Rias, Nyawa Trisno Tidak Tertolong Pasca Ditikam

Bermula dari cekcok dan adu mulut di Gang Pasir, Desa Rias, nyawa seorang pemuda yang diketahui bernama Trisno (18) akhirnya melayang.

Ist/Humas Polres Bangka Selatan
Trisno (18) saat dilarikan ke rumah sakit pasca bertikai di Desa Rias pada Minggu, (16/5/2021) malam. 

BANGKAPOS.COM - Bermula dari cekcok dan adu mulut di Gang Pasir, Desa Rias, nyawa seorang pemuda yang diketahui bernama Trisno (18) akhirnya melayang pada Minggu, (16/5/2021) malam.

Kabag Ops Polres Bangka Selatan, AKP Surtan Sitorus kepada awak media menyatakan cekcok dan penganiayaan bermula saat Azmi bersama kekasihnya, Karisa dan tiga teman lainnya yaitu HH (16), Noval dan Tedi sedang asyik nongkrong di Bendungan Pumpung Dusun SPA Desa Rias Kecamatan Toboali.

Tak lama kemudian, datanglah Trisno (18) sembari memaki Karisa (kekasihnya Azmi -red) dengan kata-kata kasar, bahkan menantang Azmi hingga terjadilah aksi saling pukul antara Amzi dan Trisno.

Kendati sempat saling pukul, Azmi dan Trisno berhasil dilerai oleh rekan-rekan Azmi yaitu HH (16), Noval dan Tedi.

"Tak sampai di situ, usai dipisahkan Trisno mengancam akan mendatangi rumah HH (16)," ujar AKP Sitorus pada Senin, (17/5/2021).

AKP Sitorus menambahkan sekira Pukul 20.30 WIB, Trisno (18) yang membawa sebilah kayu bersama tujuh rekan-rekannya datang dan berusaha untuk memukuli HH (16).

Tak tinggal diam, HH (16) berusaha melakukan perlawanan hingga akhirnya menikam Trisno (18) berkali-kali di bagian pinggang, punggung, lengan dan pergelangan tangan dengan menggunakan senjata tajam yang telah disiapkan sebelumnya saat HH (16) dan rekan-rekannya pulang.

"Karena mengalami luka yang cukup parah usai melakukan perlawanan, Trisno (18) dinyatakan meninggal dunia saat di rumah sakit karena luka-luka yang cukup parah," imbuhnya.

Bekuk Terduga Penganiaya

Kabag Ops Polres Bangka Selatan, AKP Surtan Sitorus menyatakan setelah mendapatkan laporan mengenai peristiwa ini, pihak kepolisian melalui Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan melakukan penyelidikan.

"Setelah melakukan upaya pengumpulan bahan keterangan di lapangan, personel mendapatkan keterangan hingga akhirnya diduga pelaku penganiayaan dengan inisial HH (16) berhasil diamankan di kediamannya sekira Pukul 22.00 WIB," terang AKP Sitorus.

Tak hanya sendirian, HH (16) diamankan bersama dengan tiga orang rekannya yang sebagai saksi.

Tak hanya itu, personel kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu unit pisau dengan gagang berwarna Cokelat, sehelai baju dan celana korban, sehelai baju dan celana pelaku dan sebilah kayu. (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved