Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Beredar Selebaran Daftar Masjid di Pangkalpinang yang Masuk Zona Covid, DMI Minta Diusut Tuntas

Selebaran berisi data atau daftar masjid-masjid di Kota Pangkalpinang yang tercatat dalam beragam zona terkait pandemi Covid-19

Ist/Johan
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang, Ustaz Johan SAg 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  Selebaran berisi data atau daftar masjid-masjid di Kota Pangkalpinang yang tercatat dalam beragam zona terkait pandemi Covid-19, beberapa hari terakhir beredar di masyarakat.

Selebaran itu telah meresahkan karena dalam selebaran tertulis nama-nama masjid dan alamat lengkap beserta masuk dalam zona merah, putih, oranye dan hijau.

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang, Ustaz Johan SAg, sangat menyesalkan dan menyayangkan beredarnya selebaran itu.

Secara tegas Johan menyatakan DMI Kota Pangkalpinang tidak pernah dikonfirmasi oleh lembaga manapun terkait selebaran yang telah membuat resah umat muslim di Pangkalpinang.

"DMI Kota Pangkalpinang tidak mengetahui siapa yang membuat data itu. Selaku Ketua DMI, saya katakan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai membangun opini masjid jadi pusat klaster," tegas Ustaz Johan dalam rilisnya yang diterima Bangkapos.com, Rabu (19/5).

Agar tidak semakin membuat resah masyarakat muslim, Ustaz Johan meminta Satgas Covid Pangkalpinang dan pihak berwajib untuk mengusut tuntas beredarnya selebaran tersebut.

Senada diungkapkan Ketua Dewan Pakar DMI Pangkalpinang Dr H Iskandar Mhum. Ia juga menyebutkan bahwa kasus ini adalah cara yang tidak baik dan menjelekkan masjid-masjid di Pangkalpinang.

"Selama ini di Pangkalpinang belum pernah terdengar masjid jadi masalah karena Covid. Saya harap ini diusut tuntas jangan membuat resah umat, sehingga membuat umat takut ke masjid," tukas Iskandar.

Sebelumnya, kata Iskandar, dirinya pernah mengusulkan data-data terkonfirmasi Covid bisa di tracking dari wilayah dan kluster mana, sehingga  tidak menjustifikasi secara keseluruhan.

"Kok ini malah masjidnya yang didata sebagai klaster. Saya minta kepada pihak berwenang jika menyangkut masjid harap dikoordinasi dengan DMI Pangkalpinang," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Rilis/Herru Windarko)

Penulis: Herru Windharko
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved