Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Janjikan Masuk Pol PP dengan Uang Pelicin Rp30 Juta, PHL Dipecat Tidak Hormat

Satu PHL anggota Satpol PP bernama Ari atau berinisial A diberhentikan atau dipecat secara tidak hormat Kamis (20/5/2021)

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
ist Efran
Rapat pengambilan keputusan yang dilakukan Satpol PP, Kamis (20/5/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu PHL anggota Satpol PP bernama Ari atau berinisial A diberhentikan atau dipecat secara tidak hormat, Kamis (20/5/2021) diduga usai menjanjikan korban untuk masuk PHL Pol PP dengan uang pelicin.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja( Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran menyebut, Ari yang merupakan PHL di Satpol PP sejak tahun 2014 itu menjanjikan kepada seseorang untuk dapat masuk menjadi anggota Pol PP dengan membayarkan uang senilai Rp30 juta.

Sedangkan saat ini Satpol PP Kota Pangkalpinang sedang tidak melakukan penerimaan ataupun rekruitmen anggota baru.

Kata Efran, PHL tersebut langsung dijatuhi hukuman dengan pemecatan karena terbukti mengambil uang pelicin yang dia janjikan kepada korban E warga asal Munggu.

Baca juga: BREAKING NEWS Pelaku Pencabulan di Masjid Seorang Pelajar, Sebelum Beraksi Sempat Nonton Video Porno

Dijelaskan Kasat Efran, PHL ini melakukan pelanggaran disiplin berat karena melakukan penipuan dengan meminta uang ke korban Rp30 juta untuk masuk menjadi PHL di Satpol PP. Kejadian ini diketahui setelah pihaknya mendapat laporan dari keluarga korban.

"Kita tau setelah mendapatkan aduan dari seseorang bahwa dia diiming-imingkan dapat masuk menjadi honorer Satpol PP dengan diminta bayaran Rp30 juta dari inisial A tadi. Padahal saat ini kita sedang tidak melakukan penerimaan anggota baru," ungkap Efran kepada Bangkapos.com, Kamis (20/5/2021).

Ditambahkan Kasat, yang bersangkutan sudah di BAP dan sudah dipanggil, korban juga sudah dimintai keterangan. PHL tersebut juga mengakui sudah menerima uang dari korban Rp30 juta.

"Indikasi lainnya sampai hari ini baru satu orang laporan. Kami baru mengetahui setelah korban melapor ke Sat pol PP. Menanyakan sedangkan dia sudah menyerahkan uang. Kita panggil PHL ini kita adakan pertemuan tadi dan keterangan pelopor kita sinkronkan," ujarnya.

Setelah rapat pengambilan keputusan pemecatan dilakukan pada pukul 14.20 WIB PHL inisial A ini diberhentikan secara tidak hormat. Apalagi PHL sejak tahun 2014 ini sempat membawa nama Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang dalam melancarkan aksi penipuannya.

"Bukti penerimaan uang ditunjukkan dengan kwitansi pelunasan Rp30 juta tertanggal 23 April dan DP Rp3 juta pada tanggal 8 April," bebernya.

Efran berharap ini merupakan kejadian yang pertama dan terakhir. Keputusan pemecahan diambil untuk menjaga marwah Satpol PP Kita Pangkalpinang.

"Kalau ada laporan lain silahkan melakukan pelaporan ke pihak berwenang. Keputusan ini kita ambil secara profesional," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved