Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Daya Tampung SMA/SMK di Bangka Belitung 25.968 Siswa, Berikut Jadwal dan Alur Pendaftaran PPDB

Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2021/2022 di Provinsi Bangka Belitung akan dibuka pada 10 Juni 2021 mendatang.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2021/2022 di Provinsi Bangka Belitung akan dibuka pada 10 Juni 2021 mendatang.

Jalur pendaftaran dilakukan secara online, calon peserta didik melakukan pendaftaran secara daring di laman https://lpmpbabel.id/ppdb/dindikbabel/

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh, mengatakan, PPDB dilakukan berdasarkan peraturan gubernur nomor 22 tahun 2021 tentang pedoman penerimaan peserta didik baru sekolah menegah atas dan sekolah menengah kejuruan.

Kemudian diikuti dengan petunjuk teknis (Juknis) penerimaan peserta didik baru siswa SMA/SMK nomor 402/051/1/Dindik.

"Berdasarkan data lulusan SMP tahun 2021 sebanyak 19.012 siswa, lulusan MTs sebanyak 3.167 siswa sehingga total lulusan SMP/MTs 22.179 siswa," kata Soleh kepada Bangkapos.com, Jumat (21/5/2021) di tempat kerjanya.

Ia menambahkan untuk daya tampung SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta di Babel mencapai 25. 968 siswa. Terdiri dari SMA 11.691 siswa, SMK 11.116 siswa dan MA 3.161 siswa. 

"Jadi jumlah lulusan SMP/MTs sebanyak 22.179 siswa dengan daya tampung SMA/SMK/MA 25.968 siswa, ada selisih 3.789 yang kosong. Tetapi permasalahannya sebagian besar siswa ingin masuk ke sekolah negeri yang daya tampungnya hanya 17.591 untuk SMA/SMK," jelas Soleh.

Ia mengharapkan, para siswa tidak hanya memilih sekolah negeri, tetapi dapat bersekolah di sekolah swasta yang memiliki daya tampung mencapai 5.216 siswa.

"Apabila nanti siswa tidak diterima di sekolah negeri SMA/SMK maka harapkan bisa masuk ke swasta. Permasalahan tidak mau ke swasta karena tidak mampu bayar, pemerintah telah biayai kuota untuk 20 persen. Jadi, misalnya sekolah menampung 200 siswa 40 persen dibiayai pemerintah provinsi dari kelas 10 sampai 12, jangan takut, mereka gratis di sekolah swasta, sudah kita danai," ungkap Soleh.

Selain itu, Soleh mengatakan, tidak ada perbedaan pembelajaran antara sekolah negeri dan swasta, hanya bagaimana upaya siswa untuk meningkatkan kompetensi diri dengan rajin belajar.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved