Breaking News:

9 Ton Pasir Timah dan 8 Ton Tailing Bebas, Kasat Reskrim AKP Adi Putra: Mereka Ada Kerjasama & Legal

Dokumen terkait dua truk pengangkut 9 ton pasir timah kering dan 8 ton tailing pasir timah dinyatakan lengkap.

Penulis: Yuranda | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Dokumentasi
Satu unit mobil truk pengangkut 9 ton pasir timah kering, terparkir di halaman belakang Polres Pangkalpinang, Jumat (21/5/2021) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra mengatakan dokumen terkait dua truk pengangkut 9 ton pasir timah kering dan 8 ton tailing pasir timah yang diamankan oleh anggota Dit Samapta Polda Babel lengkap.

Kata Adi, dokumen yang dimaksud lengkap karena memiliki Wilayah Izin Usaha Produksi (WIUP), asal usul barang, dokumen kerjasama dalam giat usaha, surat jalan pengangkut barang, serta dokumen lain izin perusahaan yang masih aktif.

"Ya berdasarkan hasil gelar perkara, sudah kami cek semua dokumen-dokumen dari pada pemilikan baik itu pasir timah maupun tailing atau mineral ikutan, lengkap itu kami lepaskan," kata AKP Adi Putra, kepada Bangkapos.com, Sabtu (22/5/2021)

Setelah dilakukan pengecekan semua perizinan dokumen, oleh pihaknya, memiliki keabsahan real dan sah. Kata Adi, dari dokumen itu, dipelajari lagi oleh penyidik.

"Baik itu asal-usul barang semua. Yang maka dalam Undang-Undang Minerba ini kan semua pertambangan diatur, sepanjang perizinannya legal maka silakan melakukan penambangan secara legal sesuai aturan yang berlaku," ucapnya

Akan tetapi ditegaskan Adi Putra, apabila penambangan yang dilakukan tidak mengikuti sesuai dengan Undang-undang Minerba, maka aktivitas penambangan tersebut ilegal. Dan jika itu yang terjadi, maka pihaknya akan melakukan penegakan hukum sesuai undang-undang.

Terkait dengan pengamanan yang sudah dilakukan Direktorat Samapta Polda Babel, memang itu upaya pengawasan, pengontrolan, di wilayah hukum Polda Babel khususnya Polres Pangkalpinang.

Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, mereka segera melakukan pengamanan dan kemudian diserahkan kepada Polres Pangkalpinang guna penyelidikan lebih lanjut.

"Hasil pengecekan semua baik dari pasir timah, maupun mineral ikutan, dokumennya sah semua dan lengkap. Jadi dengan adanya dokumen sah dan lengkap, kami tidak menemukan adanya barang bukti yang ada menyangkut unsur pidana. Maka kami harus memberikan kepastian hukum terhadap para pelaku-pelaku usaha penambangan ini. Makanya kami lepaskan," jelas Adi Putra.

Adi menyebut, untuk truk bermuatan 9 ton pasir timah kering diketahui milik Afuk yang rencananya akan dikirimkan ke smelter PT Bukit Timah di Ketapang Pangkalpinang. Dan, katanya, Afuk memang merupakan mitra dari PT Bukit Timah.

"Jadi mereka ada kerjasamanya, sehingga dokumennya pun sah dan legal," terangnya.

Sementara itu, untuk truk bermuatan 8 ton pasir tailing timah. Menurut Adi Putra, barang tersebut merupakan milik dari PT Bangka Mineral Abadi. Perusahaan ini, tambahnya, memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP) di Bangka Selatan.

"Jadi memang IUP itu sah dan beroperasi dan legal dan memang itu berlaku dan itu sepanjang ada IUP-nya, asal barangnya jelas, maka itu  tetap kita katakan legal dan tidak ada unsur pidananya," ungkap Adi Putra. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved