Breaking News:

Israel Ingkar Janji Genjatan Senjata, Warga Palestina Diserang Seusai Shalat Jumat di Majid Al Aqsa

Israel Ingkar Janji Genjatan Senjata, Warga Palestina Diserang Seusai Shalat Jumat di Majid Al Aqsa

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
AHMAD GHARABLI / AFP
Pasukan keamanan Israel dan jemaah Muslim Palestina bentrok di kompleks masjid al-Aqsa Yerusalem, situs tersuci ketiga Islam, pada 21 Mei 2021. 

BANGKAPOS.COM -- PBB mendesak ketenangan setelah polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa setelah salat Jumat.

Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza tampaknya akan dipertahankan, tetapi telah terjadi ketegangan di Yerusalem Timur yang diduduki di mana polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina setelah salat Jumat.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir mulai berlaku pada dini hari Jumat setelah 11 hari pemboman Israel tanpa henti di daerah kantong yang dikepung dan ribuan roket diluncurkan ke Israel oleh Hamas, kelompok yang mengatur Jalur itu.

Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki turun ke jalan untuk merayakan gencatan senjata, mengibarkan bendera dan mengibarkan tanda "V" untuk kemenangan.

Pengeboman Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, dan membawa kerusakan luas ke wilayah yang sudah miskin itu.

Di pihak Israel, 12 orang, termasuk dua anak, tewas.

Gencatan senjata 'Tidak ada jaminan' akan bertahan, kata diplomat tinggi Palestina

Riyad al-Maliki, menteri luar negeri Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera "tidak ada jaminan" bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan dilaksanakan.

“Tidak ada jaminan sama sekali. Tidak ada jaminan sama sekali. Sebab, Israel mencanangkan gencatan senjata itu sepihak.

Bahwa mereka telah mengambil keputusan itu sendiri, ”kata al-Maliki dalam wawancara eksklusif.

Tetapi bertentangan dengan klaim Israel, Mesir, Qatar dan PBB memainkan peran penting dalam merundingkan gencatan senjata, katanya.

"Dan semuanya digabungkan bisa mendapatkan persetujuan dari semua pihak untuk pertarungan ini dan kami mendapat persetujuan itu."

Sementara itu Polisi Israel memukuli seorang fotografer AFP yang meliput tindakan keras Jumat di masjid al-Aqsa, kata kantor berita itu.

Merayakan Kemenangan

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved