Breaking News:

Tengah Malam, Dir Samapta Sempat Cek Barang Bukti Truk Bermuatan 8 Ton Tailing dan 9 Ton Timah

Direktur Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung,  Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, sekitar pukul 00.00 WIB tadi datang ke Polres Pangkalpinang.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Dokumentasi
Satu unit mobil truk pengangkut 9 ton pasir timah kering, terparkir di halaman belakang Polres Pangkalpinang, Jumat (21/5/2021) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Langkah Polres Pangkalpinang melepaskan dua truk pengangkut 8 ton tailing (sisa cuci pasir timah-red) pasir timah dan 9 ton pasir timah kering, Sabtu (22/5/2021) dini hari tadi, menuai sorotan Direktur Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung,  Kombes Pol Fadly Munzir Ismail.

Sekitar pukul 00.00 WIB tadi, Fadly beserta personilnya sempat mendatangi Polres Pangkalpinang, setelah mendapat kabar bahwa dua truk bermuatan 9 ton pasir timah tangkapan mereka tersebut akan dilepas.

Namun kala itu, kata Fadly saat itu barang bukti dua truk bermuatan tailing dan pasir timah tersebut masih berada di Polres Pangkalpinang. Dirinya baru mendapat informasi jika truk tersebut dilepas sekira pukul 02.00 WIB, dini hari tadi.

"Bukan mantau, saya cek katanyakan dilepas, makanya saya cek, cuma belum dilepas waktu itu, sekitar jam dua malem saya baru dapat info sudah dilepas," ujar Fadly, Senin (22/5/2021)

Fadly, tak ingin berkomentar banyak soal kebijakan Polres Pangkalpinang memutuskan melepas dua truk bermuatan 8 ton tailing dan 9 ton pasir timah tersebut yang disebut sebut milik Afuk Babi tersebut.

Sebab, saat pihaknya melakukan penangkapan tersebut, sopir truk tidak bisa menujukkan dokumen  lengkap muatan barang. 

Sang sopir hanya membawa surat jalan dari PT  Bukit Timah Ketapang.

"Enggak ada dokumen, apalagi keterangan dari supir barang itu dari Afuk Babi, setahu saya Afuk Babi tidak ada izin. Tapi kalau memang ternyata kasat reskrimnya mengatakan itu lengkap, silahkan tanyakan ke kasat reskrim prosesnya seperti apa," pungkasnya.

Sementara, ketika disinggung alasan pihak Polda melimpahkan kasus tersebut ke Polres Pangkalpinang, Fadly menyebut barang buktinya terbilang sedikit.

"Barangnya kecil sedikit, kalau masih di bawah 10 ton dan satu truk itu, kecuali sudah pakai kontainer," bebernya.

Sementara Afuk Babi belum menjawab panggilan telepon Bangkapos.com saat dihubungi pada Sabtu (22/5/2021) sekira pukul 12:59. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved