Breaking News:

Supaya Robohnya Tampak Alamiah, Israel Diam-diam Suntik Cairan Kimia ke Bangunan Masjid Al Aqsa

Zionis Yahudi Israel kerap menjadikan Masjid Al Aqsa untuk melakukan teror terhadap warga Palestina. 

Editor: Alza Munzi
AHMAD GHARABLI / AFP
Ilustrasi. Pasukan keamanan Israel dan jemaah Muslim Palestina bentrok di kompleks masjid al-Aqsa Yerusalem, situs tersuci ketiga Islam, pada 21 Mei 2021. 

"Itu sudah terjadi. Ada celah dan lubang runtuhan di beberapa tempat.

"[Rencana orang Israel adalah] mereka akan dapat mengklaim bahwa itu adalah pekerjaan alam. Sepertinya… Sebenarnya, saya

tidak boleh mengatakan 'sepertinya', ” katanya kepada stasiun Qatar.

Dilaporkan, saat itu pewawancara bertanya kepada Khatib tentang apakah Israel ingin 'menjalankan skema rahasia' itu lagi baru-

baru ini, ketika masjid ditutup setelah serangan teror 14 Juli, Khatib mengatakan: "Ya ya ya ya ya. Saya khawatir -saya hampir

yakin- bahwa tujuan Israel menutup masjid tidak hanya untuk mencari senjata, seperti yang diklaim [ Israel].

"Mereka tahu bahwa tidak ada senjata di dalam Masjid Al-Aqsa yang diberkati," katanya.

Serangan teror yang terjadi pada Juli 2017 itu sendiri merupakan serangan di mana tiga orang Arab- Israel menembak mati dua

petugas polisi Israel di luar kompleks Temple Mount.

Akibat terjadi serangan itu, Israel kemudian menutup sementara kompleks tersebut.

Disebut, hal itu dilakukan untuk mencari lebih banyak senjata dan menerapkan langkah-langkah keamanan baru di pintu masuk

Temple Mount, termasuk detektor logam dan kamera sebelum membukanya kembali.

Selain apa yang terjadi pada 2017, sejumlah konflik telah terjadi pula di kompleks suci ini sebelumnya.

Pada 1929, kerusuhan mematikan terjadi dengan umat Muslim yang bersatu mempertahankan situs tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved