Breaking News:

Berlaku Besok, Penumpang Kantongi Negatif Genose Dilakukan Rapid Antigen Ulang Berbayar

Berlaku besok, Selasa (25/5/2021), penumpang yang tiba di Pulau Bangka dengan hanya mengantongi hasil negatif GeNose bakal rapid antigen ulang.

Bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berlaku besok, Selasa (25/5/2021), penumpang yang tiba di Pulau Bangka dengan hanya mengantongi hasil negatif GeNose akan melakukan rapid antigen ulang berbayar.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo.

Sebelumnya, dalam hal mengantisipasi arus balik mudik usai lebaran atau saat masa pengetatan mudik dari tanggal 18-24 Mei, penumpang dengan surat keterangan negatif GeNose yang masuk pulau Bangka dilakukan rapid test antigen ulang tetapi secara gratis.

Pemerintah provinsi telah menyediakan 10.000 alat rapid test antigen gratis untuk menjalankan kebijakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

"Kalau pengawasan kita sesuai SOP, jadi keluar masuk harus rapid antigen, kalau di Babel untuk masuk. Kalau keluar bebas sesuai dengan aturan daerah tujuan," ujar dr Bangun saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (24/5/2021).

Dalam pelaksanaan pengawasan usai masa pengetatan mudik ini pihak KKP sudah berkoordinasi dengan pihak Bandara Depati Amir Pangkalpinang bekerjasama dengan Farma Lab untuk menyediakan rapid antigen berbayar.

"Jika ada masyarakat datang kalau hanya menggunakan GeNose, akan dilakukan swab antigen berbayar. Berbayar sama dengan GeNose di bandara yang dilakukan oleh pihak ketiga (Rp200 Ribu)," kata dr Bangun.

Sehingga, ia berharap masyarakat yang masuk ke Pulau Bangka untuk memahami berkas atau dokumen yang menjadi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

"Iya kemarin gratis (rapid antigen ulang), itu sebagai sosialisasi kepada masyarakat, kedepannya agar masyarakat mematuhinya maka harus berbayar. Masyarakat harus patuh dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemda, tak hanya masyarakat tapi maskapainya juga," kata dr Bangun. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved