Breaking News:

Pendatang yang Baru Tiba di Bangka Belitung Diminta Isoman 5x24 Jam, Setiap RT/RW Mengawasi

Masyarakat yang merasa mudik saat lebaran diminta untuk karantina secara mandiri selama 5x24 jam setelah pulang kembali ke tempat tinggalnya.

Bangkapos.com/dokumentasi
Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung meminta masyarakat yang merasa mudik saat lebaran untuk karantina secara mandiri selama 5x24 jam setelah pulang kembali ke tempat tinggalnya.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Babel, Mikron Antariksa, mengatakan, kebijakan pemerintah pusat ini dilakukan semua daerah, tujuanya sebagai antisipasi pemerintah terhadap lonjakan kasus arus balik.

"Seperti melakukan isolasi terpusat untuk pelaku perjalanan yang positif saat skrining di titik penyekatan. Kewajiban karantina mandiri 5x24 jam bagi pelaku perjalanan saat tiba di tujuan,"jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Senin (24/5/2021).

Mikron mengatakan kebijakan ini dapat dilaksanakan oleh setiap kabupaten/kota terhadap warganya yang diketahui baru tiba dari perjalanan arus balik mudik.

"Terutama mereka yang pendatang, datang dari zona merah di wilayah Sumatera atau pulau Jawa. Kebijakan ini diawasi oleh setiap RT/RW mereka menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM). Sehingga mereka dapat mendata siapa saja yang datang untuk dilakukan karantina mandiri,"ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini harus dilakukan setiap daerah, sebagai upaya antisipasi dan membantu pemerintah dalam menurunkan kasus Covid-19. 

"PPKM diilakukan dalam satu daerah itu. Karena idolasi mandiri di dalam rumah dapat menurunkan penularan sampai 29 persen. Kemudian isolasi mandiri sekaligus satu rumah menurunkan penularan sampai 35 persen,"katanya.

Ia menjelaskan fungsi PPKM mikro sebagai upaya memperbaiki kesiapsiagaan dan strategi penanggulangan Covid-19 di tingkat hulu. 

"Karena melalui PPKM mikro, setiap desa/kelurahan didorong untuk mendirikan dan mengaktifkan Posko Tanggap Covid-19 yang berperan sebagai pendamping tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Ini sebagai perwujudan dari sifat dan karakter saling peduli, tolong menolong, serta bergotong royong membantu saudara dan tetangga kita,"katanya.

Ia menegaskan, pemberlakuan PPKM mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT. Bangka Belitung saat ini mengalami tren dan cenderung berada dalam zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang). 

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved