Breaking News:

22 Tahun Bangka Pos

Refleksi 22 Tahun, Begini Kritik dan Masukan Dari Dua Pentolan Bangka Pos

Dua pentolan Bangka Pos yakni Eddy Jajang dan Albana (Bang Abeng) memberikan kritik dan masukan kepada media yang besok berulang tahun ke-22 ini.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto
SWAFOTO - Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group, Ibnu Taufik Juwariyanto (kanan), melakukan swafoto dengan dua pentolan Bangka Pos Eddy Jajang dan Albana (Bang Abeng). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua pentolan Bangka Pos yakni Eddy Jajang dan Albana (Bang Abeng) memberikan kritik dan masukan kepada media yang besok berulang tahun ke-22 ini.

Kritik dan masukan dan masukan itu mereka sampaikan dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu Pemred Bangka Pos Ibnu Taufik Juwariyanto, Senin (24/5/2021) sore. 

Dalam refleksi 22 tahun Bangka Pos dan 20 tahun Pos Belitung Eddy Jajang, mengatakan Bangka Pos merupakan jiwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Sebab, media ini tidak lepas kaitannya dengan proses pembentukan Provinsi Babel.

"Saat itu Bangka Pos terbit dengan tagline 'Yok kite punye provinsi' yang dianggap ekstrim, menggetarkan jiwa masyarakat Babel karena pembentukan provinsi sudah dilakukan sejak tahun 1950 hingga era reformasi," kata dia.

Ia menegaskan, Bangka Pos harus berbeda dari media lainnya dan menjadi trendsetter serta jangan takut untuk berinovasi. Sebab saat ini banyak media yang berguguran karena tidak mau berinovasi.

"Bekerjalah dengan cara berbeda dengan cara yang luar biasa. Suatu usaha apapun inovasi, tanpa inovasi mati. Kerja keras, kerja cerdas dan didukung dengan riset. Selain itu, Bangka Pos harus mengambil tempat sebagai pembuat wacana dan tidak larut dalam sebuah wacana yang tidak dibuat orang lain, karena identitasnya ada di situ," tegas Eddy Jajang.

Sementara itu, Albana menuturkan Bangka Pos merupakan media yang diolah secara profesional di era reformasi.

"Ini wajah asli perjuangan rakyat yang pada saat itu sebagai sebuah media yang mengambil peran masyarakat untuk pembentukan Provinsi Babel," sebutnya.

Kendati demikian, Bang Abeng juga tetap memberikan masukan kepada Bangka Pos agar tetap menjadi media yang profesional dan jangan pernah berpuas diri dikarenakan sudah menjadi media terbesar di Babel.

"Karena profesionalisme itulah Bangka Pos punya nilai dan mahal harganya karena itu adalah idealisme sebuah pers," pungkas Abeng.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved