Rumah Isolasi Pasien Covid-19 di Desa Aik Pelempang Jaya Belitung Bisa Jadi Percontohan
Desa Aik Pelempang Jaya juga menyiapkan paket sembako untuk keperluan warganya selama menjalani masa isolasi
BANGKAPOS.COM - Jajaran Forkopimda Kabupaten Belitung meninjau rumah isolasi desa yang disiapkan Pemerintah Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan pada Jumat (21/5/2021).
Dalam kesempatan itu, Wabup Belitung Isyak Meirobie, Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono, Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar dan Kajari Belitung I Gede Punia Atmaja mengunjungi rumah yang disewa oleh desa di perumahan nasional (perumnas) yang dipetuntukan khusus untuk warga setempat yang terpapar Covid-19.
Selain rumah beserta perlengkapannya, Desa Aik Pelempang Jaya juga menyiapkan paket sembako untuk keperluan warganya selama menjalani masa isolasi.
"Desa Aik Pelempang Jaya ini bagus sekali karena mereka juga menyiapkan sembako dan ini bisa dijadikan contoh implementasi dari PPKM Mikro" ujar Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie kepada posbelitung.co.
Menurutnya berdasarkan laporan, tiga desa di Kecamatan Tanjungpandan dan satu desa di Kecamatan Badau sudah menyiapkan rumah isolasi melalui program PPKM Mikro.
Dirinya berharap pekan depan seluruh desa sudah menyiapkan rumah isolasi sesuai pos anggaran yang telah disusun.
Selain pemerintah desa, Isyak juga meminta kelurahan melakukan hal yang sama.
"Minggu depan kami minta semuanya sudah siap termasuk kelurahan juga. Karena refocussing sudah selesai untuk anggaran ke kelurahan," katanya.
Isyak menambahakan PPKM Mikro di desa bisa membantu pemerintah kabupaten khususnya Satgas Covid-19 dalam hal pengawasan pasien yang menjalani isolasi.
Sehingga lebih disiplin dan komitmen menjalani masa isolasi.
Selain itu, memudahkan petugas memantau perkembangan kesehatan pasien.
"Apalagi disiapkan sembako, jadi kebutuhan mereka selama isolasi juga terjamin. Petugas juga lebih mudah kalau lokasinya terpadu," kata Isyak.
Menurutnya rumah isolasi desa merupakan cadangan jika suatu saat gedung isolasi SKB Pemkab Belitung penuh.
Tapi peruntukkannya hanya untuk pasien tanpa gejala sesuai grade yang ditentukan.
"Bayangkan saja jika satu rumah setiap desa punya empat bed artinya ada tambahn 400 bed ditambah SKB dan RSUD sudah aman," katanya.
Di sisi lain Pemkab Belitung akan menyusun regulasi agar masyarakat yang terpapar tanpa gejala harus menjalankan isolasi terpusat sampai angka positig Belitung turun dari zona orange menuju kuning.
Sementara itu, Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono akan mendukung penuh petugas melalui Bhabinkamtibmas memantau masyarakat yang menjalani masa isolasi.
Sementara ini, kata dia, pihaknya akan melihat kelayakan lokasi isolasi mandiri yang dipilih.
"Kalau memang rumahnya masih layak silahkan. Tapi kalau rumahnya penuh, nanti diarahkan ke rumah isolasi desa," katanya.
Sedangkan Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar menekankan peran serta masyarakat dalam mengawasi tetangganya yang sedang menjalani isolasi.
"Kalau ada yang tidak komitmen segera laporkan kepada petugas," katanya.
Isolasi Mandiri
Beberapa desa di Tanjungpandan memiliki rumah isolasi desa yang bisa ditempati pasien Covid-19. Terkait adanya rumah isolasi ini.
Kepala Puskesmas Air Saga dr Gusti Indrayani mengatakan adanya rumah isolasi desa maupun isolasi mandiri di rumah pasien diberikan perlakuan yang sama. Pemantauan akan dilakukan tim satgas di puskesmas terhadap pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di wilayah kerja puskesmas yakni enam desa/kelurahan.
"Sejauh ini sebelum rumah isolasi desa ini ada kami pun sudah berkoordinasi, data kami dapatkan dari dinas kesehatan, kemudian karena sudah boleh untuk penentuan zona dan pemantauan kami boleh membuka data yang diperlukan," katanya, Jumat (21/5/2021).
Menurutnya, setiap pasien Covid-19 tanpa gejala dan layak isolasi mandiri di rumah akan tetap dipantau. Sementara yang bergejala dan memerlukan rujukan, maka akan dirujuk ke fasilitas kesehatan penanganan Covid-19.
"Yang perlu dilihat, kami lihat, meski memang harus membatasi kontak juga. Kami pantau dan lihat dengan tim satgas. Pemantauan terus berjalan di semua puskesmas," imbuhnya.
"Kalau perawatan tertentu terhadap pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri ini, kalau tidak bergejala tetap perlu vitamin misalnya, kami tetap sarankan dan resep kan, kalau perlu resep keluarga yang menjemput nanti. Kalau yang merawat seperti tensi, kami juga mengurangi kontak, tapi kalau memerlukan saturasi, kami datang, kami periksakan dengan alat pelindung diri yang lengkap tentu saja," jelas dr. Gusti.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjoni menyebut, pada prinsipnya isolasi mandiri yang dilakukan di rumah desa atau di rumah pasien sama saja. Karena pemantauan tetap dilakukan oleh tim satgas.
"Mekanisme pemantauannya pun sama, tetap dilakukan tim satgas," tuturnya. (Adelina Nurmalitasari/Dede Suhendar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210524-rumah-isolasi.jpg)