Breaking News:

Virus Corona

''Bangun ibu!'' Anak-anak Mengucapkan Selamat Tinggal Terakhir kepada Ibu Mereka yang Kena Covid-19

''Bangun ibu!'' Anak-anak Mengucapkan Selamat Tinggal Terakhir kepada Ibu Mereka yang Kena Covid-19

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Worldofbuz
Kisah Pilu keluarga ucapkan selamat tinggal kepada ibu yang Covid-19 

BANGKAPOS.COM -- "Bangun ibu!" Anak-anak Mengucapkan Selamat Tinggal Terakhir kepada Ibu Mereka Dalam Video Call yang Memilukan

Baru-baru ini, video sekelompok anak yang mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada ibu mereka, yang diyakini sebagai pasien Covid-19, menjadi viral di media sosial.

Melansir worldofbuzz.com, dalam video yang memilukan, staf rumah sakit memulai panggilan video dengan anak-anak sebagai waktu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ibu mereka.

Hanya tangisan kesedihan yang menyakitkan dari anggota keluarga lainnya yang dapat didengar dalam video saat ibu mereka terbaring di ranjang rumah sakit, hampir tidak bisa membuka matanya.

“Bu, buka matamu, bangun, ucapkan halo,” kata seorang wanita sambil menangis. Dia diyakini sebagai salah satu putri pasien.

Menurut Harian Metro, wanita itu adalah pasien di Rumah Sakit Shah Alam dan meninggal beberapa saat kemudian.

Menantu perempuan itu membagikan video memilukan itu di media sosial untuk menciptakan kesadaran tentang betapa seriusnya Covid-19.

“Hari ini, 24 Mei jam 4.45 pagi, ibu mertua tercinta meninggal.

Dia meninggal di Rumah Sakit Shah Alam.

 

Dia meninggal karena Covid-19. Tiga minggu di ICU (unit perawatan intensif) karena sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen.

“Jadi, alasan mengapa Covid menginfeksinya adalah karena kakak ipar saya tertular melalui teman kantornya.

Kakak ipar saya bertemu dengan ibu mertua saya, mencium tangannya, dan mengobrol erat dengannya.

Ketika kakak ipar saya menjalani tes usap, dia dinyatakan positif Covid-19, ”pria itu menjelaskan.

“Mengambil ibu mertua saya untuk tes dan dinyatakan positif.

Hanya bisa berjuang selama tiga minggu sebelum meninggal dunia. Jadi hati-hati teman, ”imbuhnya.

Pria itu juga menjelaskan bahwa dokter akan melakukan panggilan video ke anggota keluarga ketika kadar oksigen pasien terlalu rendah.

Karena mereka tidak dapat mengunjungi pasien di rumah sakit, ini adalah satu-satunya cara untuk mengucapkan selamat tinggal. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved