Breaking News:

Erzaldi Tegaskan Segera Putuskan Persoalan Pendangkalan Muara, Begini Solusinya

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung pada pertengahan Bulan Juni 2021 nanti sudah ada keputusan rapat soal kegiatan perusahaan PT Pulomas Sentosa.

Penulis: edwardi | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Edwardi
Erzaldi, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat melihat ujicoba teknologi turbo jet kapal nelayan di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat, Rabu (26/05/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Menanggapi keluhan masyarakat nelayan soal pendangkalan alur muara di kawasan  Kecamatan Sungailiat ini, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung pada pertengahan Bulan Juni 2021 nanti sudah ada keputusan rapat soal kegiatan perusahaan PT Pulomas Sentosa yang saat ini melakukan pengerukan pasir laut dan pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat.

"Soal pengerukan muara ini akan segera diputuskan karena batas waktu bagi perusahaan ini (PT Pulomas Sentosa,red) sudah hampir habis, kalau kegiatannya tetap tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan maka akan kita putuskan, kalau Pemprov Babel akan mencabut izin pengiriman pasir lautnya, kalau IUP (izin usaha penambangan) itu kewenangan pak Bupati Bangka yang menerbitkannya," kata Erzaldi, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat melihat ujicoba teknologi turbo jet kapal nelayan di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat, Rabu (26/05/2021).

Ditambahkannya, apabila perusahaan yang ada saat ini sudah digantikan dengan perusahaan yang baru, diyakini dengan menggunakan teknologi yang baru ini maka akan lebih mampu mengatasi persoalan pendangkalan alur muara di kawasan ini.

"Sebenarnya tahun lalu kita sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk pengelolaan  TPI yang ada di PPN Sungailiat dikucurkan dana Rp400 miliar namun akhirnya dibatalkan, saya nggak tau alasan kenapa sampai dibatalkan jadi sangat disayangkan sekali," imbuh Erzaldi.

Diungkapkannya kegagalan.kucuran dana Rp400 miliar untuk TPI PPN Sungailiat ini bukan karena tertangkapnya Edi Prabowo sebagai Menteri KKP RI oleh KPK, tetapi karena ada sesuatu, namun hal ini tidak bisa diungkapkan disini.

"Kalau jadi seharusnya tahun ini dana itu sudah dikucurkan dan dimulai proyek pengerjaannya namun gagal, begitu besar perhatian saya untuk hal ini, saya juga nggak mau begitu besar dan bagus TPI yang kita miliki tetapi muaranya dangkal dan buntu, bagaimana nelayan mau dapat uang banyak saat dapat ikan banyak tapi tiba di muara kapal tidak bisa masuk dan bahkan kapal pecah karena muara buntu, kalau mau melaut harus menunggu air pasang dulu," imbuh Erzaldi.

Ditambahkannya, tetapi kami akan terus berusaha untuk mengupayakan hal itu, mudah-mudahan bersama perusahaan yang baru nanti kita akan mendapatkan IUP nya supaya blog saya mengerjakan pendalaman alur muara itu.

"Kalau untuk pembangunan breakwater kalau tidak ada halangan Insyaallah tahun 2022 untuk perencanaan dan pembangunannya tahun 2023, itu hasil rapat di Kementerian beberapa waktu lalu ," ujar Erzaldi.

Erzaldi berharap masyarakat nelayan ke depan bisa lebih berdaya, kalau saat ini hasil pertanian kita sangat bagus, harga Hafil pertanian terus naik, juga untuk ikan laut kita juga ini bagaimana harga bisa mahal juga untuk diekspor.

"Kita maunya harga ikan ini bisa  stabil sehingga nelayan juga bisa merasakan manfaatnya," harap Erzaldi.

Sebelumnya Ketua SNNU Kabupaten Bangka, Lukman mengatakan sesuai aspirasi masyarakat nelayan juga meminta agar muara Nelayan 2 ini bisa dikeruk dan diperdalam.

"SNNU beberapa waktu lalu sudah melakukan penyebaran rumpon dan nelayan juga meminta agar pihak Pemprov Babel bisa membantu juga untuk melakukan penyebaran beberapa rumpon lagi," harap Lukman. (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved